Interview Awal (Pengalaman Ery)

Nama lengkapnya Heriyanto, dipanggil Ery.Seorang pria yang berasal dari Hulu Sungai. Ia lahir, tumbuh dan besar di sana. Ia baru lulus di sebuah perguruan tinggi yang terkemuka di daerahnya.

Jum’at itu Ery pulang ke kampung halamannya setelah beberapa hari liburan ke kota, melewati tahun baru 2013 dan menyebar lamaran kerja di beberapa bank dan perusahaan yang saat itu tersedia lowongan kerja yang Ery minati.

5 jam lebih di perjalanan akhirnya Ery sampai ke kampung halamannya, sebuah kota kecil yang ia banggakan. Ery berbaring sejenak di tempat tidurnya melepaskan lelah & penat yang ia rasakan. Walaah, terlalu banyak basa-basi yaa, hee. Ya sudah langsung saja ke tema, Ery mendapat panggilan dari bank zz untuk interview pada hari senin.

Ery mempersiapkan diri dengan membaca buku dan artikel tentang tes-tes kerja di bank. Ia tak mau lagi kegagalan-kegagalan yang pernah dialaminya dulu terulang lagi. Atau ibarat pepatah lama yang sangat populer “Tak mau jatuh ke lobang yang sama”.

Ia dengan semangatnya mempelajari kiat-kiat lulus bekerja di bank. Ia download pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan saat interview. Kemudian ia merangkai jawaban dari pertanyaan itu. Semua itu ia lakukan hanya untuk mewujudkan satu impiannya yang belum tercapai yaitu “cepat dapat kerja” .

Senin pun tiba. Ery berangkat ke Bank zz pukul 7, karena ia harus sampai ke tempat itu jam 9. Sedangkan jarak tempuh dari rumahnya ke Bank zz memerlukan waktu ±1 jam.

Sesampainya di sana ia dipersilahkan menuju sebuah ruangan. Ia diberi beberapa lembar kertas formulir untuk  diisi mengenai data diri dan beberapa pertanyaan tertulis yang mirip semacam wawancara.

Berikut ini pertanyaan-pertanyaan tertulis itu :

  • Apa yang anda ketahui tentang Bank zz?
  • Mengapa anda tertarik bergabung dengan Bank zz?
  • Bagaimana anda mengartikan pelayanan menurut pendapat anda?
  • Bagaimana sikap anda jika ada nasabah komplain dengan pelayanan yang anda berikan?
  • Apa arti kesuksesan bagi anda?
  • Pengalaman apakah yang sangat berarti bagi anda?
  • Apakah anda merasa bahagia bersama keluarga anda sekarang?
  • Apa tujuan hidup anda?
  • Sebutkan apa saja ambisi-ambisi anda?
  • Apakah anda bersedia jika ditempatkan di Bank zz seluruh Indonesia?
  • Posisi apa saja yang anda minati di Bank zz?

Setelah selesai mengisi formulir itu, Ery dipanggil menuju ruangan lain untuk interview. Ery masuk ruangan setelah sebelumnya mengetuk pintu ruangan interview yang sedang tertutup. Saat masuk ruangan, tiba-tiba bapak yang ada ruangan itu (tampaknya sang interviewer) mengusir Ery. Ia menyuruh Ery untuk keluar dulu, teman beliau yang satunya lagi ada kesibukan mendadak. Melayani tamu dari kepolisian.

Ery yang tadinya agak grogi saat tiba gilirannya untuk interview, terlihat tambah grogi. Sikap tak bersahabat sang interviewer saat itu membuat hati Ery mengerucut. (hehehe)

Setelah mengalami kejadian itu, paling tidak Ery menjadi tahu bahwa interview kali ini beda dengan interview saat dialaminya dulu. Yaitu menghadapi seorang pewawancara saja. Dan sekarang yang harus ia hadapi  dua orang pewawancara. Wow,,, jantung Ery tampak berdetak lebih cepat di atas kecepatan normal.

Kemudian Ery dipanggil untuk kedua kalinya, ia lagi-lagi disuruh oleh asisten sang pewawancara untuk kembali menuju ruangan wawancara. Ery yang saat itu grogi dan cemas tak karuan mencoba mengendalikan diri agar ia tak cemas lagi. Ia ingat pesan dari dosennya bahwa “jadi sarjana itu harus PEDE!!!”. Paling tidak mengingat pesan itu membuat perasaan Ery sedikit tenang.

Ery kembali mengulang kegiatan yang tadinya sudah ia lakukan. Mulai mengetuk pintu, senyum kepada sang pewawancara, kemudian berjabat tangan. Bedanya sekarang ia tak diusir lagi. (hee)

Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dua orang pewawancara itu kepada Ery :

  • SIlahkan anda mengenalkan diri anda dan ceritakan tentang keluarga anda!
  • Apakah anda bersedia jika ditempatkan di luar daerah?
  • Masa pendidikan untuk pekerjaan ini dua tahun, selama pendidikan tidak boleh menikah. Bagaimana pendapat anda?
  • Apa arti pelayanan bagi anda?
  • Pengalaman apakah yang sangat berharga yang pernah anda alami?
  • Apakah anda serius untuk bekerja disini? Atau hanya untuk batu loncatan?
  • Coba anda praktekkan bagaimana cara anda menawarkan sebuah produk dari perusahaan!

Itulah pertanyaan yang harus dijawab Ery saat itu. Setiap pertanyaan berkembang sesuai dengan jawaban yang Ery  berikan. Setelah selesai, Ery keluar dengan senang dan lega. Bagaimana hasilnya? Bisa anda tebak dari ekspresi Ery saat keluar ruangan tadi. Preett.

Demikian cerita Ery saat menghadapi wawancara pertama dari sebuah bank besar di negeri tercinta ini. Semoga tulisan ini bermanfaat buat teman-teman yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi wawancara kerja di sebuah bank. Terimakasih.

1 Response so far »

  1. 1

    irha said,

    lolos atau gak k’?


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: