Ilmu atau Uang

Malam itu setelah Shalat Magrib, seperti biasa teman-teman kos Bahalap berkumpul bersama di teras depan. Heri, Jasbon, Udin, iya itulah nama-nama mereka. Tiga orang sahabat ini mengisi waktu luang dengan bercanda gurau bersama. Saat itu mereka berdebat tentang masalah yang serius. Iya, serius, simak aja perbincangan mereka di bawah ini dengan argumentasi-argumentasi plus teori yang mereka pakai untuk menganalisa suatu fenomena.

 “Kalian pilih mana, antara ilmu dengan uang?” Tanya salah satu dari mereka, Heri, saat membuka perbincangan

“Saya pilih ilmu lah” Jawab Jasbun

“Saya juga pilih ilmu Ri, kenapa?” Sahut Udin

“Kalian yakin lebih memilih ilmu? Berarti kalian suka menjadi orang yang berilmu dibandingkan orang yang memiliki banyak uang? Kalau aku lebih memilih memiliki banyak uang” Tanya Heri kembali sambil tersenyum

“Kalau menurutku sih, antara ilmu dan uang yang lebih utama adalah ilmu. Dengan ilmu hidup kita berkah dan tidak salah arah.” Jawab Udin kembali

“Iya benar Din, kan ada pepatah tuh, Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina” kata Jasbun mendukung argumentasi Udin

“Aku tetap pada pendirianku, aku lebih suka menjadi orang yang banyak uang, dengan banyak uang aku bisa membayar orang-orang yang berilmu untuk membantu segala kebutuhanku. Contohnya, seperti kalian, jika aku banyak uang, aku bisa membuat kalian yang berilmu menjadi bawahanku. Bagaimana menurut kalian?” Tanya Heri kembali

Jasbun dan Udin terdiam sejenak, mereka tampak memikirkan jawaban apa yang bisa membuat Heri tak berkutik lagi.

“Ri, uang itu seberapapun banyaknya bisa habis, tanpa ilmu kita tidak akan bisa mengelolanya” Itu Udin yang bicara.

“Hehehe, coba kalian pikir, sekarang ini  kita jauh-jauh dari kampung merantau ke kota menuntut ilmu, tujuan akhirnya untuk apa? Kalian jangan munafik, pasti untuk mencari banyak uang. Bukankah dengan banyak uang hidup kita bahagia?” Jawab Heri kegirangan tandanya dia merasa mengalahkan temannya yang lain.

Jasbun dan Udin kembali terdiam, meskipun mereka tetap tidak sepakat dengan jawaban Heri. Namun karena sudah larut malam, mereka istirahat ke kamar masing-masing. Mengingat besok kuliah lagi.

Ilmu atau Uang?

2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: