Demokrasi atau Democrazy?

Demokrasi, bukanlah hanya sekedar demo anarkis yang sering nampak di keseharian dalam pemberitaan media televisi (demo BBM beberapa waktu lalu). Itu merupakan wujud demokrasi yang tidak sehat, karena telah membawa kericuhan, kehancuran dan banyak korban jiwa. Sebenarnya “demo” bukanlah hal yang dilarang dalam demokrasi, demo dianjurkan, dengan demo penguasa tidak akan sewenang-wenang dalam bertindak. Demo di negara yang demokratis diperbolehkan namun ada aturannya. Jika sudah anarkis tentu itu sudah melanggar aturan, seperti halnya demo BBM beberapa waktu lalu, itu fenomena yang tidak dibenarkan dalam demokrasi.

Demokrasi selalu menjadi hal yang sangat menarik diperbincangkan, kehadirannya diidam-idamkan meskipun wujudnya terkadang menjadi kontroversi. Semua orang tentu sangat sepakat bahwa demokrasi adalah paham atau sistem pemerintahan yang terbaik dibandingkan paham atau sistem pemerintahan yang lainnya. Karena dalam demokrasi, rakyat berdaulat (memegang kekuasaan tertinggi). Jika pemerintahan yang diselenggarakan ternyata sewenang-wenang, korup dan tidak memihak kepada rakyat, rakyat berhak menggugat, dengan catatan “harus sesuai dengan perundang-undangan (aturan) yang berlaku.”

Secara teoritis, demokrasi terkandung nilai-nilai seperti adanya transparansi pemerintahan, adanya kesetaraan, rational choice, akuntabilitas dan pertanggung jawaban. Nilai-nilai demokrasi tersebut saking baiknya, tidak salah jika negara kita, Indonesia, menganut demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang dipakai. Meskipun dalam implementasinya di Indonesia demokrasi berjalan secara pasang surut. Artinya nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam demokrasi tersebut, tidak selalu melekat dalam praktek pemerintahan negara kita.  Misal dalam kasus keputusan DPR kala itu, yang sepakat untuk menaikan harga BBM (dengan syarat). Padahal rakyat jelas-jelas sangat menolaknya. Dimanakah letak demokrasi itu, jika wakil rakyat sebagai representasi keinginan rakyat ternyata tidak menyuarakan isi hati rakyatnya. Demokrasi bukankah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Jika sudah demikian, apa ini namanya Democrazy? Entahlah,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: