Selamat Hari Jadi yang ke-9 Kab. Balangan

Sejak dimekarkan dari Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tahun 2003 lalu, Kabupaten Balangan sekarang sudah berusia 9 Tahun. Baru-baru ini Kabupaten Balangan telah memperingati hari jadinya yang ke-9 tahun itu. Selama menjadi kabupaten daerah pemekaran tentu banyak kemajuan dan fenomena menarik yang terjadi di Kabupaten Balangan ini.

Sama seperti kabupaten lainnya, kini Kabupaten Balangan telah memiliki gedung-gedung perkantoran yang bisa dibilang cukup mewah. Bahkan, sekarang Kabupaten Balangan sedang membangun Islamic Center yang didirikan untuk menjadi pusat siar pendidikan Islam dan gedung itu diperkirakan nantinya akan menjadi cikal bakal icon daerah kabupaten yang sering disebut Bumi Sanggam (sanggup Bagawi Gasan Masyarakat) ini.

Sebagai daerah yang memiliki potensi SDA yang cukup menjanjikan, pembangunan semacam itu tentu tidak terlalu menjadi persoalan bagi Kabupaten Balangan. Menurut pemberitaan sudah 3 ribu hektar ada izin perambahan hutan dari Kementerian Kehutanan untuk pengelolaan batubara di Kabupaten Balangan ini. (Banjarmasin Post, edisi 11 Juni 2011).

Luas daerah yang tidak sedikit untuk dijadikan eksploitasi pertambangan batubara. Dari besarnya SDA yang dimiliki Kabupaten Balangan yang dijadikan untuk pengeksploitasian batubara, tentu akan berdampak pada pemasukan dari sumber daya alam yang dimiliki dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun ironisnya, selama menjalankan pemerintahan daerah, Kabupaten Balangan juga dinilai sebagai kabupaten yang gagal dalam rangka menyelenggarakan otonomi daerah. Yang menurut penilaian Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Kemendagri, proses pembangunan dan kinerja pemerintahan di Balangan tidak berjalan maksimal. Imbasnya, selama dua tahun, 2010 dan 2011, Kabupaten Balangan mendapatkan nilai merah. Atas hal ini Kemendagri mewacanakan untuk mengembalikan Kabupaten Balangan ke Kabupaten induknya yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). (Banjarmasin Post Edisi 10 September 2011)

Adapun indikator-indikator yang menjadi penilaian Kemendagri dalam evaluasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah ini, seperti pendapatan asli daerah, pelayanan umum pemerintahan, birokrasi dan lingkungan hidup. Dari aspek-aspek yang dipertimbangkan itu Kabupaten Balangan mendapatkan raport merah dari Kemendagri.

Melihat indikator-indikator penilaian Kemendagri di atas, ada satu hal yang kelihatannya janggal yaitu penilaian bahwa PAD Balangan mendapat nilai rendah. Padahal kita ketahui, seperti pemaparan yang telah disebutkan di atas Kabupaten Balangan adalah kabupaten yang kaya akan SDA berupa batubara. Yang sudah tentu seharusnya mempengaruhi pendapatan asli daerah kabupaten ini. Jika PAD Balangan dinilai rendah, patut dipertanyakan evaluasi dari Kemendagri itu apakah sudah benar atau keliru.

Jika evaluasi itu sudah benar, yang kemudian kita tanyakan yaitu soal kinerja tata pemerintahan Kabupaten Balangan dalam aspek pengelolaan SDA daerahnya. Bagaimana pengelolaan SDA Kabupaten Balangan? Kemana saja alokasi SDA diberikan? Jika pengalokasian SDA itu sudah benar, mengapa persoalan PAD Kabupaten Balangan menjadi salah satu yang dinilai rendah oleh Kemendagri?

Terlepas dari semua itu, kita berharap dengan semakin bertambahnya usia Kabupaten Balangan akan meningkatkan pula kinerja pemerintahan Kabupaten Balangan dari berbagai dimensi. Sehingga indikator-indikator yang dinilai rendah oleh kemendagri dapat diperbaiki. Dan wacana Kemendagri untuk mengembalikan Kabupaten Balangan ke Kabupaten Hulu Sungai Utara tidak akan pernah menjadi kenyataan.

Selamat hari jadi Balangan…

Sukses selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: