Survei

Apa yang dimaksud dengan survey itu?

Survey terdiri atas suku kata sur dan vey. Kata sur merupakan turunan kata Latin super yang artinya di atas atau melampaui. Kemudian suku kata vey berasal dari kata kerja Latin videre yang berarti melihat. Jadi, kata survey berarti melihat di atas atau melampaui. (Leedy, 1980).

Ada beberapa pengertian dari survey ini, antara lain :

Penelitian survey adalah penelitian pengamatan yang berskala besar yang dilakukan pada kelompok-kelompok manusia (Saslow, 1982).

Survey :  Penelitian yang mengambil sampel  dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Metode Penelitian Survai)

Dalam kamus juga disebutkan pengertian survey, yaitu tindakan mengukur atau memperkirakan. Namun dalam penelitian survey lebih berarti sebagai suatu cara melakukan pengamatan di mana indikator mengenai variabel adalah jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan kepada responden baik secara lisan maupun tertulis.

Metode survei ialah riset yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta tentang gejala-gejala atas permasalahan yang timbul. Kajiannya tidak perlu mendalam sampai pada tahap menyelidiki kenapa gejala-gejala tersebut ada serta menganalisis hubungan-hubungan atas gejala-gejala. Fakta-fakta yang ada lebih digunakan untuk pemecahan masalah daripada digunakan untuk pengujian hipotesis.

Penelitian survei merupakan upaya pengumpulan informasi dari sebagian populasi yang dianggap dapat mewakili populasi tertentu.

Penelitian survey ini secara umum :

  • Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada
  • Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah, dsb
  • Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa
  • Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel
  • Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan

Latar belakang munculnya metode survey :

Metode survey merupakan metode yang digunakan pertama kali dalam penelitian pekerjaan sosial. Dimana metode survey ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi orang-orang miskin dengan maksud untuk meyakinkan bahwa pemerintah perlu melakukan tindakan tertentu untuk memperbaiki kondisi mereka. Survei ini dilakukan pertama kali oleh Charles Booth di Inggris (Easthope).

Tipe informasi yang didapat dari riset survei (Mannheim dan Rich (1955) :

  • Fakta – tempat tinggal responden, usianya, tingkat pendidikan
  • Persepsi –  apa yang diketahui orang tentang dunianya (kita bisa meminta kepada responden untuk menyebutkan nama anggota parlemen atau nama menteri cabinet)
  • Opini – apa pandangan orang tentang dunianya (penilaian tentang kompetensi pimpinan partai politik)
  • Sikap – ini adalah evaluasi yang relative stabil (dukungan pada pemerataan kekayaan, penolakan terhadap olahraga yang berdarah-darah)
  • Laporan perilaku – bagaimana orang bertindak (apakah responden membaca Koran, apakah dia ikut memilih dalam pemilu?)

Penelitian survei dapat digunakan untuk maksud : 1. Penjajagan (eksploratif) 2. Deskriptif 3. Penjelasan (explanatory atau confirmatory), yakni untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesa; 4. Evaluasi, 5. Prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan datang, 6. Penelitian operasional 7. Pengembangan indicator-indikator sosial  (Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai)

Tokoh yang mempopulerkan metode survei

Charles Booth, orang yang melakukan pertama kali dari metode survei ini yaitu di Inggris

Keunggulan dan kelemahan

Keunggulan :

kita akan mendapatkan data primer yang dapat dipercaya. Selain itu kelebihan utamanya adalah dalam hal biaya dan keluasannya. Secara financial survei mungkin tidak murah, semua biaya akan semakin besar jika sampel populasi risetnya juga semakin banyak. Tetapi biaya financial ini diimbangi oleh waktu survei yang lebih cepat.

Kekurangannya :

Membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang cukup besar

Kemudian Dunleavy (1990) menyebutkan ada dua kekurangan dari metode survei ini . Dia menunjuk pada persoalan sumber daya, di mana survei yang baik membutuhkan dukungan financial yang memadai. Dan pada persoalan struktural yakni cara menyusun kalimat pertanyaan yang merupakan aspek penting untuk kepentingan analisis. Kedua hal itu dapat memberi kontribusi pada kelemahan survei.

Sumber :

  • Harrison, Lisa, 2009, Metodologi Penelitian Politik, Jakarta : Kencana
  • Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, 1989, Metode Penelitian Survei, Jakarta : LP3ES
  • Soehartono, Irawan, 1995, Metode Penelitian Sosial, Bandung : PT Remaja Rosdakarya

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    Anonim said,

    buku penelitian survei pengarang masri singarimbun ada gk???

  2. 2

    deddysumardi said,

    Ada, judul bukunya Metode Penelitian Survei.
    Seperti yg saya tuliskan di sumber…

  3. 3

    Anonim said,

    Menggapa di indonesia sllu rsuh oggota serve

  4. 4

    Mgga pa aggt dpr sllu lggin kya sndri


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: