Memahami Konsep Persepsi

Persepsi sosial kita adalah pandangan kita terhadap orang lain. Pembentukan persepsi social dimulai pada masa bayi, hingga ia menjadi dewasa. Semakin dewasa usia kita, persepsi kita akan semakin berkembang.

Cara kerja persepsi sosial ditandai dengan empat kiat yang menolong kita mengatur berbagai macam kenyataan. Pertama, dalam memahami orang lain kita berusaha menciptakan kesatuan dalam gambaran kita tentang mereka. Kedua, kita mencoba mencapai keajegan, yakni menggabungkan informasi baru yang sesuai dengan persepsi utama kita dan menolak informasi yang tidak taat asas. Ketiga, kita dapat menambahkan informasi untuk melengkapi persepsi kita. Muatan tambahan dipasok oleh teori kepribadian yang implisit kita sendiri. Keempat, kita cenderung menyusun persepsi kita. Kita mengatur seluruh persepsi di sekitar sifat pusat seperti hangat. Kita juga tunduk kepada dampak utama, artinya kita memberi bobot yang lebih besar kepada kesan pertama.

Salah satu hasil paling penting dari persepsi sosial ialah daya tarik atau kesukaan. Penentu utama daya tarik ialah daya tarik fisik. Orang yang secara fisik menarik umumnya dipandang lebih baik, lebih bahagia, lebih berhasil dari pada orang yang tidak memiliki daya tarik secara fisik. Orang yang mampu juga memiliki keunggulan, meskipun mereka lebih disukai selama mereka dipahami tidak terlalu sempurna.

Ada empat faktor lain yang mempengaruhi daya tarik . Kedekatan itu sangat penting. Makin dekat orang dengan kita secara geografis , makin kita tertarik kepadanya, karena kita lebih banyak kesempatan berinteraksi dengan mereka. Kemiripan  juga sangat penting. Kita cenderung tertarik pada orang yang  menyukai secara fisik, emosi dan sikap. Sebaliknya, kekomplemenan mendorong kita tertarik pada orang yang kepribadiannya berbeda dengan kita sendiri. Terakhir, keuntungan mempengaruhi daya tarik. Kita cenderung suka kepada orang yang suka kepada kita dan berbuat sesuatu untuk kita.

Proses yang memutuskan hubungan cara kerja daya tarik adalah penstereotipan, pengkelasan orang berdasarkankeanggotaan mereka dalam suatu kelompok dan secara otomatis menganggap bahwa setiap anggota kelompok itu memiliki sifat yang kita kaitkan dengan kelompok tersebut. Umumnya stereotip itu tidak tepat karena tidak mempertimbangkan perbedaan individu, sebab stereotip memandang perilaku ditentukan secara biologis dank arena mengabadikan anggapan yangsalah. Stereotip menimbulkab banyak kerugian karena mengurung kita dalam batasan yang sempit mengenai kemampuan kita dan akhirnya menghambat pertumbuhan kita.

Sumber :

Calhoun, James F.1995. Psychology of adjustment and human relationship, terj. RS.Satmoko. Semarang : IKIP Press

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: