BBM (Bukan Blackberry Messenger)

Setelah menuai polemik panjang persoalan pro kontra kenaikan harga BBM, keputusan DPR yang dinanti-nantikan oleh semua masyarakat di penjuru tanah air akhirnya memilih opsi kenaikan harga BBM dengan syarat. Keputusan ini dihasilkan setelah pemungutan suara yang dilakukan dalam sidang paripurna kemarin. Dalam pemberitaan disebutkan 356 anggota fraksi menyatakan mendukung opsi kedua untuk menambahkan ayat 6 a pada pasal 7 UU APBN 2012 yang memberi kesempatan kepada pemerintah menaikkan harga BBM, namun dengan mengajukan persyaratan.

Selain Demokrat, adapun fraksi-fraksi yang menyatakan setuju kenaikan harga BBM adalah Golkar, PAN, PKB dan PPP. Sementara itu, hanya 82 anggota yang menyetujui opsi pertama yang berbunyi bahwa Pasal 7 ayat 6 tidak berubah sehingga tak ada kenaikan harga BBM. Hal ini membuat jumlah dukungan terhadap opsi pertama cukup kecil karena hanya terdiri dari Fraksi PKS dan Gerindra. Sedangkan dua fraksi yang konsisten sejak awal menolak memutuskan untuk walk-out, yaitu PDIP dan Hanura.

Hasil ini membuat keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM ditunda. Rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM 1 April nanti dibatalkan. Naik atau tidaknya harga BBM bersubsidi akan bergantung pada perhitungan selisih antara realisasi harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) selama enam bulan terakhir dengan asumsi ICP yang dipatok dalam APBN-P 2012.

Dengan ditundanya kenaikan harga BBM kemungkinan akan membuat masalah seperti antrian panjang mengular yang selama ini terjadi di setiap SPBU akan tetap terjadi. Jika BBM naik enam, tujuh, atau delapan bulan ke depan, selama itu pula antrian panjang itu akan terjadi. Karena masyarakat luas panik dan mereka telah mengetahui BBM dipastikan akan naik nantinya, oleh karena itu mereka akan tetap berbondong-bondong mengisi BBM saat harga belum naik.

Beda halnya jika kemarin DPR memutuskan untuk menaikan atau tidak menaikan harga BBM sama sekali, antrian panjang di setiap SPBU kemungkinan akan berkurang dan keadaan akan normal seperti sedia kala. Pengisian bensin di SPBU dapat menjadi lancar tanpa harus antri berlama-lama.

Namun meski demikian, kita tetap apresiasi terhadap DPR yang membuat keputusan untuk tidak menaikan harga BBM paling tidak dalam waktu dekat ini. Sebuah keputusan yang cukup bijak, untuk itu kita harapkan DPR ataupun pemerintah memikirkan pula konsekuensi atas keputusan yang telah dibuatnya. Kita berharap banyak pada pemerintah agar bisa mengatasi persoalan antrian panjang di setiap SPBU yang kemungkinan akan tetap terjadi pasca keputusan yang dibuatnya. Dan kita harapkan pula pemerintah dapat mengontrol harga di setiap pedagang bensin eceran yang selama ini telah naik terlebih dahulu. Semoga…

Sumber gambar : BPOST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: