SEBUAH RENUNGAN : MEMOTIVASI DIRI SENDIRI

“Orang miskin identik dengan orang yang pemalas.

Sedangkan orang yang kaya identik dengan orang yang rajin.”

Sekilas kita perhatikan kalimat di atas secara logika cukup masuk akal. Kita semua tentu setuju dengan kalimat itu. (Siapa yang tidak setuju boleh acungkan tangannya?) Tampaknya itu memang sudah menjadi rumus duniawi yang digariskan Sang Khalik. Orang jadi miskin karena malas dalam bekerja dan orang dapat kaya karena ia rajin bekerja.

Tapi,,, sebentar! Coba perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari bagaimana realita yang sebenarnya, apakah memang benar hal tersebut. Sebagai contoh, mari kita amati dengan seksama orang-orang yang tergolong miskin seperti para petani, buruh, pedagang kecil, dll. Bagaimana kehidupan mereka?

Seorang petani harus bekerja seharian penuh, pagi-pagi harus ke kebun, siang ke kebun lagi, dan sorenya pun ke kebun lagi. Terik panas matahari tak membuat mereka berhenti bekerja. Sebagai seorang petani dituntut harus bekerja keras dalam mencari nafkah. Jika tidak mau bekerja keras, mau makan apa?

Kemudian kita lihat seorang buruh, juga dituntut untuk bekerja keras, mengangkut barang-barang yang berat dengan sekuat tenaga, disuruh-suruh ini itu, juga harus rela berpanas-panasan demi sesuap nasi. Pendapatannya juga tergantung seberapa besar jasa / kerjaan yang ia lakukan. Jika sehari tak masuk kerja, gajinya harus dipotong.

Selanjutnya seorang pedagang. Juga harus bekerja keras. Jika tak bekerja keras, dagangannya tak laku. Pagi hari, berdagang. Siang, tetap berdagang, sore juga ada yang berdagang, bahkan malam pun masih berdagang. (Benar-benar membosankan juga jadi pedagang, untung-untung jika dagangannya laku, jika tidak?).

Sebagai seorang pedagang setiap waktu harus bekerja. Jika tidak mau, pendapatannya tak seberapa. Berdagang di pagi hari saja, beda pendapatannya dengan berdagang pagi sampai siang hari, berdagang pagi hingga siang hari beda pendapatannya dengan berdagang dari pagi sampai sore. Dan Berdagang pagi sampai sore juga beda pendapatannya dengan berdagang dari pagi sampai malam hari. Dalam berdagang, semakin rajin membuka warung atau dagangannya maka akan berpengaruh pula pada pendapatan yang diperoleh.

Kemudian kita amati orang-orang yang tergolong kaya, seorang PNS misalnya. Kerjaannya santai, enjoy, dan kaya di pantai (tidak juga). Pagi masuk kantor, seharusnya jam 8, bisa ditunda masuknya jam 9-an (kebanyakan PNS seperti itu). Dalam sehari kerjaannya tidak terlalu capek, bisa sambil main game di komputer kantor, bisa sambil browsing dengan laptop kantor, bisa ngegosip sesama  PNS, makan rujak bareng, tidur di meja kantor, dan lain-lain deh yang santai-santai. Iya ga?

Jadi PNS juga tak perlu bekerja setiap hari dan setiap waktu. Jika tak bisa turun ke kantor, dengan alasan sakit atau ada kesibukan lain, cukup minta izin, biarpun hanya sekedar alasan saja karena tidak mau masuk kantor. Gaji tetap sama, tanpa dipotong apapun. Beberapa PNS juga sering kita lihat keluyuran di saat jam kerja. Di pasar, di supermarket, atau di jalan-jalan dengan menggunakan seragamnya seringkali dapat kita ketemui PNS.

Melihat dan mengamati hal tersebut, ternyata orang miskin itu bukan lah pemalas, ia dituntut harus bekerja keras serajin-rajinnya untuk membiayai hidupnya. Jika tak mau bekerja dengan rajin, resikonya tak makan.

Dan orang kaya bukanlah orang yang rajin, justru kerjaannya cuma bermalas-malasan seperti yang telah dipaparkan di atas.

Dalam konteks ini, maka pernyataan dalam kalimat yang diawal-awal tadi dapat disanggah.

Kesimpulannya, sebagai seorang mahasiswa kita haruslah mulai sekarang rajin-rajin berusaha untuk belajar dengan sungguh-sungguh demi kenyamanan hidup di masa depan nantinya. Jika sekarang kita bermalas-malasan, jangan menyesal kalau di masa depan nanti kita harus bekerja dengan susah payah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hanya orang yang gila, memilih bermalas-malasan saat sekarang, dengan konsekuensinya harus bekerja keras di masa depan.

 

“SEMANGAT MENGEJAR IMPIAN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: