Krisis Percaya Diri

Percaya diri merupakan salah satu faktor penting yang harus dimiliki seseorang. Tanpa rasa percaya diri, kita akan kesulitan dalam mengembangkan kemampuan / potensi dalam diri kita. Dengan adanya rasa kurang pede membuat hidup kita dipenuhi dengan perasaan resah, gelisah, khawatir yang tak jelas, gugup, minder, takut salah dll. Sehingga dalam melakukan kegiatan apapun, jika kita merasa kurang pede maka hasilnya akan kurang memuaskan hati.

Suatu hari di pertandingan futsal, rasa kurang pede menyelimuti perasaan saya. Saya bermain takut salah, gugup, dan juga disertai perasaan khawatir yang tidak jelas. Hasilnya dalam pertandingan itu, saya bermain buruk, sering kehilangan bola ketika membawa bola, sering melakukan kesalahan umpan, serta tak dapat menjaga pertahanan dengan bagus. Hingga tim kami dikalahkan oleh lawan. Banyak dari teman-teman saya kecewa dengan permainan saya. Mereka menganggap permainan saya lemah, tak seperti biasa, rasa kurang pede memang sangat berdampak buruk bagi saya.

Kemudian dalam kesempatan yang berbeda, saat saya bermain dengan kepercayaan diri yang tinggi, permainan saya cukup memuaskan paling tidak bagi diri saya sendiri. Saya bisa mencetak beberapa gol, beberapa assist, dan menjaga pertahanan dengan bagus. Hasilnya kami bisa memenangi pertandingan. Glory, glory, glory.

Begitu juga dalam hal study saya, kala itu saat presentasi kelompok dalam perkuliahan rasa kurang pede lagi-lagi hinggap dalam benak saya. Badan terasa gemetaran, muka tampak memerah pucat pasi, dan suara yang keluar terbata-bata.  Hasilnya, presentasi kelompok kami dianggap kurang jelas, dan setiap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan atas materi yang kami sampaikan tak bisa kami jawab dengan baik dan benar. Saya pun harus menerima dengan lapang dada karena harus mendapatkan nilai yang jelek. Seandainya perasaan kurang pede itu tak ada kala itu, mungkin hasilnya akan berbeda.

 Sungguh perasaan kurang pede itu sangat merugikan. Namun sebagai manusia biasa, memiliki perasaan sejenis itu bukanlah hal yang aneh. Dapat dipastikan semua manusia pernah merasakan perasaan sejenis itu. Hanya saja berbeda kondisi dan situasinya dengan keadaan seperti yang saya ceritakan di atas.

Perasaan itu juga disebabkan berbagai faktor, bisa disebabkan pengalaman pertama kali, kurang menguasai bahan, kurang motivasi, dll.

Pengalaman pertama kali, mengenai hal ini saya dulu pernah ditunjuk dosen untuk menjadi moderator dalam diskusi perkuliahan. Jujur saja, waktu itu adalah pertama kalinya saya menjadi moderator. Alhasil, saya mendapat banyak kritikan dari teman-teman. Saya dianggap kurang bisa memimpin diskusi itu dengan baik. Karena telah melakukan beberapa kekeliruan, tidak bisa mengarahkan penanya batas pertanyaan yang dibuat, tidak bisa mengatur waktu yang diberikan dalam setiap pertanyaan, serta membiarkan penanya berbicara di luar konteks materi diskusi. Ada-ada saja, jika mengingat peristiwa itu saya sering tertawa sendiri.

Kurang menguasai bahan, berbicara tentang hal ini saya juga pernah mengalaminya. Kala itu dalam sebuah perkuliahan kami diberi tugas kelompok dengan materi ber Bahasa Inggris. Saya akui bahwasanya Bahasa Inggris merupakan pelajaran yang kurang akrab dengan saya. Jangankan untuk mengartikan dan memahami materi itu, berbicara dengan Bahasa Inggris saja saya tapuntal-puntal (Banjar.red).  Alhasil, saya mempresentasikannya dengan kurang jelas dan seadanya. Sehingga nilai yang didapat pun seadanya.

 Kurang motivasi, rasa kurang percaya diri juga bisa disebabkan karena kurang motivasi atau kurang berminat. Faktor penyebab yang satu ini saya anggap sangat berbahaya. Karena seseorang yang tidak memiliki motivasi identik dengan orang yang tidak mau belajar. Tidak memiliki tujuan hidup yang mendorongnya untuk menjadi yang terbaik. Sehingga detik demi detik ia biarkan mengalir tanpa adanya usaha. Ia lebih memilih angkat tangan lebih dulu sebelum perang. Perasaan takutnya lebih besar dari pada usaha-usaha yang ia lakukan. Akhirnya jalan pintas yang salah ia pilih sebagai jalan hidupnya.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa senantiasa menjaga kepercayaan diri itu?

Sebenarnya sederhana saja, untuk bisa percaya diri kita harus dapat mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya perasaan kurang pede itu. Misal kurang pede yang disebabkan pengalaman pertama kali, kita harus banyak berlatih lebih dahulu, kalau berkaitan dengan contoh saya yang diceritakan di atas sebagai seorang moderator. Sebelum hari H, kita harus mempersiapkannya, mungkin dengan mencari dan mempelajari buku-buku tentang pedoman menjadi moderator itu misalnya. Sehingga ketika hari H kita maju sebagai moderator paling tidak kita bisa percaya diri meskipun tampil semampunya yang kita bisa.

Selanjutnya kurang pede yang disebabkan faktor kurang menguasai bahan, cara mengatasinya tidak lain dan tidak bukan dengan bersungguh-sungguh menguasai bahan itu. Pelajari sebaik-baiknya bahan yang diberikan. Jangan mudah putus asa, jika belum paham baca kembali dan terus berusaha. Pengalaman yang saya ceritakan di atas berkaitan dengan hal ini, saya sadari bahwasanya usaha-usaha yang saya lakukan sangat minim. Sehingga kemudian saya mudah putus asa dan akhirnya menyerah jatuh ke lorong ketidakpercayadirian pada diri sendiri.

Yang terakhir kurang pede yang disebabkan kurang motivasi. Faktor penyebab yang satu ini bisa diibaratkan dengan seseorang yang hidup tanpa tujuan yang jelas. Membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa melakukan sesuatu. Hidupnya mengalir seperti air, akhirnya hidupnya menjadi tak terkendali. Cara mengatasinya menurut pembelajaran dalam Komunikasi Politik beberapa waktu lalu : Beranilah bermimpi besar, bayangkan diri saudara sebagai seorang yang besar, buatlah rencana secara bertahap seperti apa diri / jadi apa diri saudara.

Ingat ketika kita masih kecil, banyak sekali cita-cita. Tetapi semakin besar, semakin hilang cita-cita tersebut. Untuk itu kita harus punya mimpi sebagai motivasi demi kebaikan hidup kita kelak.

Jika orang bisa, kenapa kita tidak?

 

*Tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui, tapi hanya sekedar berbagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: