Tak Usah Heran Jika Light On di Siang Hari Sering Dilanggar

Kebijakan pemerintah terkait menyalakan lampu pada siang hari (Light on) ini memanglah telah  lama ditetapkan yaitu pada tahun 2009 dalam UU No. 22 Tahun 2009 pasal 107 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan di Balai Kota. Namun seiring perjalanan dan perkembangannya ternyata kebijakan pemerintah yang satu ini dinilai terkandung beragam kontroversi.  Sehingga tentu saja kebijakan pemerintah terkait menyalakan lampu di siang hari (Light On) ini menjadi cukup menarik untuk dijadikan sebagai bahan kebijakan yang patut dikritisi.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang menyalakan lampu (Light On) pada siang hari ini dilatari oleh tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi itu, pemerintah berupaya mencari solusi salah satunya dengan menetapkan kebijakan agar para pengendara motor roda dua tidak hanya menyalakan lampu utamanya pada malam hari saja, akan tetapi para pengendara motor roda dua itu juga diwajibkan untuk menyalakan lampu utamanya di siang hari. Karena dari sebuah hasil penelitian dengan menyalakan lampu utamanya para pengendara dapat lebih fokus dalam berkendara. Sehingga para pengendara kendaraan bermotor lebih waspada. Untuk itu lampu kendaraan ini menjadi simbol yang dimiliki setiap pengendara demi keselamatannya sendiri.

Sejak ditetapkannya kebijakan tentang menyalakan lampu (Light On) pada siang hari ini, pemerintah telah melakukan beragam cara dalam mensosialisasikannya, mulai dari sosialisasi langsung dengan masyarakat hingga sosialisasi berupa spanduk yang diletakkan di samping setiap lampu merah. Awalnya para Polantas (Polisi Lalu Lintas) hanya memperingatkan secara langsung di jalan raya bagi para pengendara bermotor untuk menyalakan lampunya. Jika ada pengendara bermotor yang tidak menyalakan lampunya di siang hari, Polantas memperingatkan dengan tangannya yang mengisyaratkan agar pengendara itu untuk menyalakan lampu utamanya.

Namun lambat laun seiring berjalannya waktu,  setelah mereka menganggap sosialisasinya terkait kebijakan untuk menyalakan lampu (Light On) pada siang hari ini telah efektif, mereka kemudian memberikan sanksi jika ada pengendara kendaraan bermotor roda dua yang tidak menyalakan lampu utamanya.  Para pengendara motor yang berkendara pada siang hari diwajibkan menyalakan lampu utama. Bagi pelanggarnya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.

Sayangnya peraturan untuk menyalakan lampu pada siang hari ini telah banyak dilanggar oleh masyarakat. Terlihat di jalanan masih banyak para pengendara yang tidak menyalakan lampunya di siang hari. Masyarakat memiliki beberapa alasan yang membuat mereka melanggar peraturan tersebut. Setelah menelusuri penyebab dari banyaknya pelanggaran itu, ternyata masyarakat beranggapan menyalakan lampu di siang hari memiliki banyak efek negatif. Efek negatif tersebut antara lain:

  1. Menambah beban kerja mesin kendaraan yang berakibat kepada borosnya bahan yang di pakai.
  2. Mengurangi umur lampu (bolam) karena sering di nyalakan baik siang ataupun malam.
  3. Membuat suhu udara luar menjadi lebih panas, karena setiap benda yang memancarkan cahaya pasti memancarkan panas.
  4. Membuat mata sakit bagi pejalan kaki yang melihatnya. Kalau satu dua motor tidak masalah, namun apa jadinya jika banyak kendaraan yang menyalakan lampu utama, mungkin bisa membutakan pejalan kaki.
  5. Pemborosan uang karena biaya akan bertambah.

Dari paparan di atas dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar dari masyarakat menentang kebijakan itu karena dianggap tidak relevan diterapkan. Jadi, kita tidak perlu kaget atau terheran-heran jika sekarang ini kita lihat masih banyak para pengendara motor roda dua yang tidak menyalakan lampunya di siang hari. Atau mereka hanya menyalakan lampunya hanya kalau ada Polantas yang berjaga di jalan, setelah Polantas tidak ada lampu pun kemudian dimatikan. Benarkah? Bagaimana dengan anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: