Timnas Masih Ada Harapan Berlaga Dalam Piala Dunia

Hasil yang mengejutkan dan sangat dilematis didapatkan Timnas Indonesia atas kekalahan dengan skor telak 10-0 melawan Bahrain dalam laga Pra Piala Dunia 2014 kemarin. Kekalahan Timnas kali ini tampaknya akan menjadi catatan sejarah kelam persepakbolaan Indonesia. Karena dalam sejarah perjalanan sepakbola Indonesia, kekalahan sepuluh gol tanpa balas merupakan kekalahan terbesar Indonesia dalam laga internasional.

Kalau kita amati dalam pertandingan kemarin selain hujan gol yang didapat Indonesia, terdapat banyak drama yang terjadi dalam pertandingan tersebut, seperti empat kali hukuman penalti yang didapat Indonesia plus dikeluarkannya Pelatih Aji Santoso dari bench pemain karena dianggap melakukan protes keras terhadap wasit.

Kekalahan besar timnas kali ini, sontak menimbulkan banyak hujatan dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Mereka meluapkan kekecewaannya terhadap timnas melalui akun facebook, twitter, kaskus, dll. Berbagai komentar pedas telah mereka tujukan pada PSSI sebagai biang keladi kekalahan timnas.

Sebagian besar masyarakat menilai kekalahan besar Timnas kali ini tak luput dari masalah carut marutnya  kepengurusan PSSI. Mulai dari dualisme liga sepakbola Indonesia, ISL (Indonesia Super League) dan IPL (Indonesia Priemer League). Dalam peraturan FIFA , setiap Negara hanya diperbolehkan memiliki satu kompetisi / liga yang legal.

Sebelumnya ISL adalah liga yang dianggap legal di Indonesia, namun karena pergantian kekuasaan di tubuh PSSI membuat ISL sebagai liga yang legal digantikan oleh  IPL. Dengan pergantian itu membuat pemain langganan timnas seperti  Bambang Pamungkas, Cristian Gonzales, Boaz Solossa, Firman Utina, Ahmad Bustomi, Hamka Hamzah dan pemain-pemain andalan timnas terdahulu tidak bisa membela timnas lagi karena mereka bermain di Indonesia Super League (ISL) yang telah dianggap liga yang tidak legal.

Semoga kekalahan kali ini dapat kita jadikan pelajaran untuk perbaikan persepakbolaan kita kelak. Kita juga berharap, dengan kekalahan ini dapat membuat mereka (petinggi PSSI) terbuka mata & hatinya untuk menghentikan konflik kepentingan yang selama ini terjadi. Mari kita duduk bersama demi kemajuan persepakbolaan Indonesia.

Kita tunggu aksi-aksi indah timnas Indonesia di lapangan tanpa adanya konflik kepentingan dari para pengurus sepak bola Negara kita. Marilah kita tetap optimis “TIMNAS MASIH ADA HARAPAN BERLAGA DALAM PIALA DUNIA”. Jika tidak sekarang, mungkin nanti.

GARUDA DI DADAKU

GARUDA KEBANGGAANKU

KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: