Bulan Tua, Waspada Ada Polisi Mencari Mangsa

Selasa, 28 Februari 2012, tanggal di akhir bulan atau yang sering disebut banyak orang “bulan tua”. Berbicara soal bulan tua ini, saya punya pengalaman yang cukup menarik saat berurusan dengan polisi. Kejadiannya sudah lama, mungkin sekitar lima, tujuh atau Sembilan bulan yang lalu, saya lupa, pokoknya saat itu bulan tua.

Ceritanya berawal pada suatu malam pukul 12 ke atas kala bulan tua waktu itu, saya begadang untuk mengerjakan tugas kuliah saya yang numpuk. Karena rokok saya tinggal sebatang dan saya merasa haus. Saya ajak teman saya untuk keluar cari rokok & minum. Awalnya ia tak mau, tapi karena saya bujuk terus akhirnya ia nurut. Kami pun berangkat keluar cari warung tengah malam. Sebelumnya,,,

D : “Kenapa ikam kada pakai helm bro?”

H : “Sudah malam kaya ini beapa pakai helm, polisi kada mungkin ada, yang ada paling polisi tidur!”

D : “Bujur jua lih, aku kada usah pakai helm jua gen nahh, tunggui lah aku ma’andak helm dulu ke kamar!”

H : ”Ok!”

Sesudah itu kami berdua berangkat keluar mencari warung malam buat beli rokok & minum tanpa memakai helm. Sampai di jalan raya, saat kami mau belok ke arah warung, tiba-tiba ada dua polisi yang menghampiri kami tanpa berkata sepatah katapun kemudian polisi itu mengambil kunci motor kami dan membawa kami ke kantor jaga mereka. Di perjalanan, polisi itu nanya saya ini orang mana, karena beberapa alasan saya jawab kalau saya orang Marabahan.

Sesampainya di kantor jaga mereka, di sana sudah ada beberapa teman polisi yang juga seorang polisi menunggu kami. Mereka berperawakan sangar, wajarlah mereka polisi. Setelah mengantar kami, kedua polisi yang membawa kami tadi keluar, ga tau kemana, mungkin cari mangsa lain lagi. Sementara itu, saya amati di kantor jaga mereka ada tulisan Sat Samapta, kemudian saya tersadar bahwa mereka anggota kepolisian Sat Samapta.

Di sana kami ditanyain dan diomelin macam-macam oleh polisi-polisi itu. Perbincangan kami di sana pada saat itu kurang lebih seperti ini :

Pak Pol : “Handak kemana malam-malam keluar?”

D : “cari rokok  & minum pak, rokok habis, handak mengerjakan tugas kuliah”

Pak Pol : “kenapa kada pakai helm?”

Kami diam (sambil senyum-senyum)

Pak Pol : “buhan ikam ne mahasiswa lo?”

DH : “Iya Pak!”

Pak Pol : “mana SIM & STNK nya?”

D : “Nah tetinggal pak, kada membawa dompet”

Pak Pol : “kenapa kada membawa SIM & STNK? Maka buhan ikam mahasiswa pasti tahu kalo aturan-aturan berkendaraan. Kami atar ke bagian Polantas hakun lah? Banyak bangat buhan ikam ne dendanya. Siapa suruh kada pakai helm!”

D : “tengah malam pak”

Pak Pol : “tengah malam boleh aja lah kada pakai helm? Misalnya maling pang, siang kada boleh, malam dibolehakan lah?”

Saat di tengah perbincangan, datanglah polisi yang membawa kami tadi, kini mereka membawa dua orang yang tampaknya kasusnya juga sama seperti kami, ga pake helm di tengah-tengah malam. Giliran mereka yang kemudian kena marah oleh pak pol itu.

Setelah puas marah-marah, akhirnya polisi itu bertanya kepada kami masalah ini bagaimana? Karena merasa bersalah, ya sudah kita ngikut aturan aja dah jawab kami. Kemudian kami berdua disuruh dibawa ke bagian polantas, namun baru keluar kantor itu, polisi yang membawa kami berucap :

Pak Pol : “kenapa buhan ikam hakun dibawa ke polantas? Kira-kira buhan ikam ne dendanya banyak”

D : “ya kada kawa ae dah nang ngaran salah”

Pak Pol : “Kayapa kita damai aja?”

D : “damai? Maksudnya?”

Pak Pol : “ne aku handak membantui buhan ikam, dari pada buhan ikam banyak kaluar duit, kaya apa beri kami uang damai haja, sebelumnya minta maaf pang lah mudahan kada jadi kebiasaan aja pang jua nah”

D : “uang damai berapa?”

Pak Pol : “Kami jumlahnya belima, 100 ribu”

D : “kada kawa kurang lagi lah?”

Pak Pol : ”Kada kawa lagi, itu gen kami sedikit-dikit saorang haja”

Dengan terpaksa kami harus patungan membayar uang damai itu. Sesudah itu kami bersalaman dengan polisi-polisi itu kemudian pulang kembali ke kos.

*dari cerita di atas, terlihat bagaimana adanya oknum kepolisian yang curang.

**Sudah benarkah prosedurnya? Tidak bukan

***mereka sok marahin kami, seorang mahasiswa yg melarang hukum, tapi mereka sendiri penegak hukum, malah melanggar hukum itu sendiri

Semoga sekarang tidak ada polisi-polisi yang macam seperti itu. Tapi berdasarkan pengalaman saya di atas tidak ada salahnya bukan kita harus waspada, bulan tua seperti ini jika ada polisi yang cari mangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: