Senyum Rakyat Kecil Kala Harga BBM Kembali Naik

Masa tenang peJangan Menangis sayangrkuliahan beberapa waktu lalu seperti biasa saya pulang ke kampung halaman. Tidak ada hal yang terlalu menarik sebenarnya dalam perjalanan saya pulang kampung itu. Kesannya tetap saja sama seperti bagaimana saya pulkam biasanya. Sendirian, hari Jum’at, dan menggunakan kendaraan roda dua milik saya

Tapi ada satu hal yang mengganggu pikiran saya di perjalanan. Pada waktu itu saya kesulitan mengisi bensin kendaraan saya. Setiap pom bensin yang saya lalui full dipenuhi orang-orang yang antri untuk mengisi bensin-bensin mereka. Di sana saya lihat banyak mobil-mobil antri hingga 10 buah lebih (sampai-sampai ke jalan dan kemudian membuat jalanan macet), kendaraan roda dua 20 buah lebih, para pedagang eceran yang mengisi dengan jurigen yang mereka bawa dan lain-lainnya. Melihat keadaan yang demikian, ya sudah saya mutusin lebih baik saya mengisi bensin di pedagang eceran saja meskipun harganya lebih mahal (kalau tidak salah pada waktu itu harganya Rp. 6000,- per liternya).

Selama perjalanan saya selalu memikirkan mengapa sekarang ini setiap pom bensin selalu dipenuhi orang-orang yang antri. Usut punya usut,,, oh iya saya dulu pernah mendengar berita di televisi bahwa subsidi BBM pada tahun depan akan dibatasi. Pantaslah jika sekarang orang-orang banyak mengisi bensin (mungkin saja untuk menimbun bensin yang bersubsidi kemudian dijual di tahun depan saat BBM bersubsidi itu dibatasi. Untungnya pasti banyak,,, hahaha). Benar juga…

Sebenarnya isu pencabutan subsidi BBM ini telah ada sejak lama yang disebabkan oleh biaya subsidi BBM kian membengkak seiring dengan naiknya harga minyak dunia. Awalnya pada akhir tahun 2010 lalu, pemerintah mengeluarkan dua opsi untuk dipilih salah satu yaitu, Pertama, subsidi BBM hanya diperuntukan Kendaraan Angkutan Umum (plat kuning), Sepeda Motor & Nelayan, atau Kedua, kendaraan roda empat/lebih keluaran tahun 2005 kemari tidak diperkenankan mengkonsumsi BBM bersubsidi. Akan tetapi hal itu belum terwujud, keinginan pemerintah untuk menarik subsidi BBM selalu diundur-undur.

Hingga sekarang melihat perkembangannya dalam pemberitaan televisi, sebelumnya pemerintah memutuskan pada bulan April yang akan datang subsidi BBM akan dibatasi. Tapi, wacana itu dibatalkan dan setelah menuai polemik panjang atas persoalan BBM ini, dengan berbagai pertimbangan, menaikan harga BBM menjadi opsi yang dipilih pemerintah. Dan bagi masyarakat yang kurang mampu, pemerintah membuat wacana untuk kembali memberikan BLT seperti yang pernah pemerintah lakukan sebelumnya.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah pemerintah merasa dengan pemberian BLT akan mampu untuk menutupi dampak besar atas kenaikan BBM ini?

Melihat pangalaman terdahulu, dengan naiknya harga BBM, harga-harga bahan pokok / sembako menjadi ikut-ikutan naik. Di lain pihak, pendapatan rakyat kecil belum tentu bisa menyesuaikan dengan harga-harga yang kian melambung tinggi.

Naiknya harga BBM / harga sembako + pendapatan yang tidak ikut naik = rakyat kecil akan GALAU.

Untuk itu diharapkan pemerintah bisa memberikan solusi atas permasalahan ini.

*Mari kita simak sepenggal lirik lagu dari Iwan Fals – Galang Rambu Anarki :

Galang rambu anarki ingatlah

Tangisan pertamamu ditandai

BBM Membumbung tinggi (melambung)

Maafkan kedua orangtuamu

Kalau tak mampu beli susu

Bbm naik tinggi

Susu tak terbeli

orang pintar tarik subsidi

Mungkin bayi kurang gizi (anak kami)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: