WAKIL RAKYAT HIDUP MEWAH, TIDAK MASALAH, ASAL…

Baru-baru ini di media baik itu televisi dan Koran sedang heboh-hebohnya memberitakan tentang kemewahan anggota legislative di Indonesia. Dalam pemberitaan itu diceritakan bagaimana gaya hidup mewah para anggota DPR dengan mobil mewahnya yang katanya harganya hingga bermilyar-milyaran rupiah. Berita ini kemudian menjadi sorotan masyarakat dan dinilai penuh kontroversi.

Kalau kita amati sebenarnya tidak ada yang salah jika anggota DPR memiliki mobil mewah dengan harga seberapapun. Baik itu bermilyar-milyar ataupun sampai triliunan rupiah, toh mereka beli pakai uang sendiri, bukan uang Negara, uang rakyat atau uang hasil korupsi. Saya, kamu, dan kalian tidak dirugikan bukan? (kalau mobil itu dibeli dengan uang hasil korupsi, baru saya merasa dirugikan)

Akan tetapi, kalau kita lihat dalam kacamata etika politik, pantaskah seorang wakil rakyat hidup bermewah-mewah sedangkan rakyat yang diwakilinya sedang kesulitan dalam mengarungi hidupnya. Angka kemiskinan yang tinggi, angka pengangguran yang tinggi, angka kriminalitas yang masih tinggi, tarif pendidikan yang tinggi, harga sembako yang tinggi dan angka-angka lainnya yang masih tinggi, menunjukan bahwa saat ini rakyat lagi dilanda kesusahan.

Masih banyak di luar sana orang-orang yang hanya untuk mencari sesuap nasi saja susah. Bekerja seharian penuh, tapi hasil yang didapatkan tidak seberapa. Belum lagi masalah harga sembako yang semakin hari semakin membengkak. (Kalau tidak salah mbok saya baru-baru ini beli minyak tanah harganya Rp. 9000 per liternya). Dengan penghasilan yang tidak seberapa ditambah harga sembako yang tinggi, apa tidak pusing tuh rakyat?  (yaa pusing laah)

Kemarin diberitakan sebuah media, hanya karena utang Rp. 10.000 seorang rakyat mendekam di penjara. Padahal ia masih punya anak kecil, dan ironisnya yang menuntut adalah saudara sepupunya sendiri. Bayangkan,,, utang Rp. 10.000 dibayar dengan dikurung dijeruji besi, bagaimana perasaan rakyat dalam keadaan demikian? Yang lebih mengharukan lagi, dia harus berpisah dengan anaknya yang masih kecil (sekitar 3 tahunan). Hal ini sebagai bukti nyata bagaimana keadaan rakyat sesungguhnya.

Gaya hidup hedonis wakil rakyat tentu saja mendapat kritikan dari berbagai pihak. Wakil rakyat itu kan wakil nyata Saya, Kamu, dan Kalian, jadi apa Saya, Kamu, dan Kalian salah jika tidak sudi melihat wakil rakyat bermewah-mewahan dengan mobilnya yang harganya waahh!!! Sementara Saya, Kamu, dan Kalian lagi kesusahan tak berdaya. (bukannya saya syirik yaa…)

Untuk itu diharapkan wakil rakyat merubah gaya hidupnya yang bermewah-mewahan dengan mobilnya itu. Bukankah lebih baik uang yang bermilyar-milyar yang digunakan untuk membeli mobil mewah itu disumbangkan untuk modal usaha, pendidikan, dan kesehatan bagi rakyat yang diwakilinya. Jika mereka mau berbuat demikian, paling tidak dapat mengurangi kesulitan hidup yang dialami rakyat saat ini. (bukankah itu memang tugas mereka, para wakil rakyat yang terhormat, janji-jani mereka kala pemilu lalu untuk mensejahterakan rakyat?)

Jika nantinya wakil rakyat masih saja bergaya hidup serba mewah, artinya kami (Saya, Kamu, dan Kalian) telah salah memberikan pilihan kala pemilu lalu. Dengan imbalan money politik yang tidak seberapa, tidak bisa menutupi perasaan yang telah terlanjur dikecewakan.

Beda halnya, jika kami (Saya, Kamu, dan Kalian) sudah sejahtera, tentu saja gaya hidup semewah apapun dari wakil rakyat yang terhormat tidak akan menjadi persoalan bagi kami…

Sumber bacaan :

http://absoluterevo.wordpress.com/2011/11/16/wow-mobil-mewah-anggota-dpr-rp-7-miliar/

http://nasional.kompas.com/read/2009/09/18/16565725/Hedonisme.Ala.Lembaga.Legislatif

http://us.politik.vivanews.com/news/read/264071-foto–galeri-mobil-mewah-anggota-dpr

2 Tanggapan so far »

  1. 2

    deddysumardi said,

    Bujur kah,,, ya terimakasih…
    Ini siapa ya, kalau dilihat dari namanya kaya kada asing lagi nah…
    Salam kenal,,,


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: