Final Komunikasi Politik

1. Bagaimana seseorang bisa menjadi komunikator yang professional ?

2. Unsur komunikasi politik?

3. Komunikasi politik kaitannya dengan sistem politik? Peranan jurnalisme, infrastruktur dan suprastruktur peran kompol dalam menjembataninya?

4. Media komunikasi politik?

5. Teori komunikasi politik?

1.Empat syarat minimal komunikator politik, antara lain :

a. Memahami konsep manusia

b. Memahami kebutuhan dasar manusia

c. Harus mampu berkomunikasi

d. Harus mempunyai beberapa keterampilan

Ada tiga interpretasi untuk memahami manusia :

  1. Di dalam diri setiap manusia ada sesuatu bagaimana yang menentukan perbuatan kita dalam setiap situasi. Perilaku yang demikian dikenal sebagai aksi diri yang dipandang sebagai tindakan dengan kekuatan sendiri.

Namanya motif sadar dan tidak sadar, sikap, dorongan, rangsangan, kapasitas, dll => psikologi

Seperti kata Cassius karya Shakespare, “kesalahan itu wahai Brutus, bukan pada bintang-bintang kita, melainkan pada diri kita sendiri”

  1. Melihat kepada bintang-bintang, yakni menempatkan kekuatan-kekuatan yang membentuk kelakuan manusia sebagai berada di luar diri individu.

Faktor-faktor ini adalah kedudukan social dan ekonomis, peran social, tuntutan kelompok, ketentuan dan larangan budaya, kebiasaan dan hukum. Para filsuf menamakan interaksi => sosiologi

  1. Perbuatan manusia : apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh manusia. Itu timbul dari makna yang diberikan orang kepada hal-hal fisik, social, dan abstrak. Makna yang diturunkan melalui transaksi yang dimiliki orang dengan sesamanya.

Blumer menyebutnya dengan interaksionisme simbolik, ada juga yang menyebutnya transaksi

Memahami konsep manusia

Manusia = Bio Psiko Sosial Kultural

Bio = unsur raga, fisik.

Psiko = jiwa, roh, sukma, kecerdasan, mempunyai kebutuhan psikologis social cultural dan manusia merupakan pribadi yang sangat unik

Kebutuhan dasar manusia :

1. Kebutuhan fisiologis = makan, minum

2. Kebutuhan rasa aman (fisik dan non fisik)

3. Kebutuhan cinta, kasih sayang, rasa dimiliki dan memiliki

4. Kebutuhan harga diri

5. Kebutuhan aktualisasi diri (dapat mengerjakan sesuai dengan bakat dan kemampuan)

Manusia?
1. Manusia tidak dapat diramalkan

2. Manusia berbeda antara yang satu dengan yang lain (unik)

3. Kegiatan komunikasi politik diperuntukkan untuk semua orang

4. Manusia memerlukan tempat, waktu dan tidak mudah berpindah

5. Manusia harus ditangani hati-hati dan sensitive, sehingga perlu pemikiran dan penanganan yang benar dari komunikator yang ahli.

6. Kondisi lingkungan harus dipertimbangkan saat beraktivitas komunikasi politik

Keterampilan yang harus dimiliki komunikator politik :

1. Profesional

2. Motivasi kerja yang baik (Untuk mendapatkan materi, pengabdian dan ibadah)

3. Mampu menciptakan rasa aman

4. Mampu menjalin kerja sama

5. Mampu berempati (merasakan apa yang dirasakan orang lain)

6. Bersikap pro aktif

7. Dapat memberi ruang bagi public untuk berpendapat

8. Mampu mendengar

9. Mampu membantu

10. Mampu memberikan perhatian

11. Dapat berbagi kesusahan dan kesenangan

12. Dapat menerima public (masyarakat) apa adanya

2. Komunikator Politik

–      Dan Nimmo (1989), komunikator politik terdiri atas politisi / politikus, professional, dan aktivis

–      Politisi meliputi pejabat legislatif, eksekutif dan yudikatif

–      Profesional meliputi professional itu sendiri (jurnalis, reporter, kordinator berita, penerbit, pengarah berita, eksekutif media, dan promotor)

Pesan-pesan Politik

–      Meliputi kekuasaan, pengaruh, kebijakan, otoritas, dan konflik

–      Konflik = 1. Kuadran kolaborasi (menang-menang), 2. Kuadran dominasi (menang- kalah) 3. Kuadran akomodasi (kalah-menang) 4. Kuadran kompromi (kalah- kalah)

–      Pada kuadran kompromi, yang kalah-kalah, jika tidak ada solusi berbahaya

Saluran Komunikasi Politik

–      Saluran komunikasi massa

–      Saluran komunikasi interpersonal ( lebih dari satu orang )

–      Saluran komunikasi organisasi

 

Khalayak Komunikasi Politik

–      Davison : khalayak komunikasi politik terdiri atas : public umum, public yang penuh perhatian, elit opini dan kebijakan

Akibat-akibat komunikasi Politik :

–      Gaya partisipasi politik

–      Motif partisipasi politik

–      Akibat / konsukuensi

3. Komunikasi politik kaitannya dengan sistem politik? Peranan jurnalisme, infrastruktur dan suprastruktur peran kompol dalam menjembataninya?

Setiap pertumbuhan komunikasi pasti dipengaruhi sistem politik yang digunakan di Negara di mana komunikasi itu berlangsung. Jika komunikasi itu berlangsung di Negara yang otoriter, maka komunikasinya satu arah / searah yaitu dari pemerintah kepada rakyat tanpa adanya umpan balik (feedback)  dan respons sebagai reaksi terhadap pesan yang disampaikan. Peran media hanya untuk kepentingan penguasa saja / pemerintah

Sebaliknya jika komunikasi itu berlangsung di Negara demokrasi, maka komunikasinya dua arah, maksudnya selain komunikasi yang berlangsung itu selain dari pemerintah yang ditujukan kepada rakyatnya, akan ada feedback dari rakyat/ respon dari rakyat. Dan media perannya seimbang, baik pada pemerintah maupun terhadap rakyatnya, yang ditandai dengan adanya kebebasan pers.

4. Media komunikasi politik?

Media komunikasi politik yaitu sebagai sarana untuk menyalurkan pesan-pesan politik dari komunikator yang ditujukan terhadap komunikan / khalayak.

Media terdiri dari beberapa macam :

  1. Komunikasi Massa yaitu komunikasi ’satu-kepada-banyak’

Contoh : komunikasi melalui media massa.

  1. Komunikasi Tatap Muka yaitu dalam rapat umum, konferensi pers, dan Komunikasi Berperantara yaitu ada perantara antara komunikator dan khalayak, contoh TV.
  2. Komunikasi Interpersonal yaitu komunikasi ’satu-kepada-satu’ contohnya door to door visit, temui publik atau Komunikasi Berperantara yaitu pasang sambungan langsung ‘hotline’ buat publik.
  3. Komunikasi Organisasi yaitu gabungan komunikasi ’satu-kepada-satu’ dan ’satu-kepada-banyak’: Komunikasi Tatap Muka, contohnya diskusi tatap muka dengan bawahan/staf dan Komunikasi Berperantara contohnya pengedaran memorandum, sidang, konvensi, buletin, newsletter, lokakarya.

5. Teori Komunikasi

1. Teori Jarum Suntik

Teori ini dikenal dengan sebutan teori peluru. Menurut teori ini khalayak sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menolak informasi setelah ditembakkan melalui media komunikasi. Khalayak terlena seperti kemasukan obat bius melalui jarum suntik sehingga tidak bisa memiliki alternatif untuk menentukan pilihan lain, kecuali apa yang disiarkan media.

2. Teori Kepala Batu

Teori ini menolak pandangan teori jarum suntik, alasannya jika suatu informasi ditembakkan dari media, mengapa khalayak tidak berusaha berlindung untuk menghindari tembakkan informasi itu? Khalayak tentunya memiliki hak untuk memilah informasi yang mereka perlukan dan informasi yang mereka tidak perlukan. Kemampuan menyeleksi informasi itu terdapat pada khalayak menurut perbedaan individu, persepsi dan latar belakang sosial budaya.

3. Teori Kegunaan dan Kepuasan

Teori ini banyak berkaitan dengan sikap dan perilaku para konsumen, bagaimana mereka menggunakan media untuk mencari informasi tentang apa yang mereka butuhkan. Dalam praktiknya teori ini biasanya banyak digunakan oleh para politisi. Politisi menjadikan media sebagai mata dan hati untuk mengetahui apa yang terjadi di masyarakat, sekaligus menjadikan media sebagai pengganti partai untuk menghubungkan dengan para pendukung atau konstituennya. Teori ini mulai diperkenalkan pada tahun 1974 oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz.

4. Teori Lingkar Kesunyian

Teori ini banyak berkaitan dengan kekuatan media yang bisa membuat opini publik, tetapi di balik itu ada opini yang bersifat laten berkembang di tingkat bawah yang tersembunyi karena tidak sejalan dengan opini publik mayoritas yang bersifat manifes (nyata di permukaan). Opini publik yang tersembunyi disebut opini yang berada dalam lingkar keheningan. Teori lingkar kesunyian diperkenalkan oleh Elizabeth Noelle Neumann.

5. Teori Penanaman

Teori ini menggambarkan kehebatan televisi dalam menanamkan sesuatu pada jiwa penonton, kemudian terimplementasi dalam sikap dan perilaku mereka. Misal kebiasaan televisi menyiarkan berita tentang kejahatan member pengaruh (tertanam) pada sikap dan perilaku penonton untuk tidak mau keluar pada malam hari tanpa ditemani orang lain.

6. Teori Agenda Setting

Teori ini memberikan pengaruh terhadap komunikan terkait isu-isu yang dipandang sangat penting yang dibentuk oleh besarnya pemberitaan tentang isu-isu tersebut dalam media

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: