“Buktikan PD!!!”

“KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI!!!”

Tentu kita masih ingat kata-kata itu waktu Pemilu lalu, kata-kata yang membuat rakyat tertarik dan memberikan kepercayaannya dengan memberikan hak pilihnya pada Partai “D”, sehingga membuat Partai tersebut memenangi Pemilu pada masa itu.

Dengan memenangi Pemilu itu, Partai “D” akhirnya menjadi mayoritas dalam parlemen dan dalam pemilihan presiden Partai “D” juga berhasil memenangkan calonnya sebagai Presiden RI.

Satu hal yang cukup menarik perhatian dan tak mungkin terlupakan yaitu janji-janji Partai “D” untuk memerangi praktek korupsi dan katanya akan selalu berdiri di garda depan dalam memerangi korupsi tersebut.

Kebetulan di negeri ini yang namanya “KORUPSI” adalah permasalahan yang besar. Dengan adanya korupsi inilah pembangunan yang diidam-idamkan tidak mungkin bisa berjalan dengan efektif. Tidak salahlah kemudian rakyat memberikan kepercayaannya terhadap Partai “D” ini.

Namun setelah Partai “D” memerintah selama ini apakah permasalahan korupsi ini bisa diatasi? Atau Apakah janji-janji mereka pada pemilu lalu bisa diwujudkan?

Melihat kenyataan yang ada tampaknya tidak bisa dikatakan permasalahan korupsi ini dapat diatasi alias Partai “D” dapat dikatakan belum berhasil mewujudkan janji-janji mereka yang dikampanyekannya pada pemilu lalu.

Lihat saja permasalahan korupsi baru-baru ini yang malahan melibatkan salah satu elit dari Partai “D” ini sendiri,  yaitu sdra Nazaruddin bendahara umum Partai “D” yang juga anggota DPR dari Partai “D”. Nazaruddin sekarang telah berstatus tersangka kasus korupsi dana APBN triliunan rupiah. Sebelumnya Nazaruddin telah lama menjadi buronan karena ia kabur ke luar negeri.

Dari kasus sdra Nazaruddin ini diindikasikan kuat melibatkan beberapa elit dari Partai “D” seperti keterangan yang diberikan olehnya. Nazaruddin dalam rekaman video yang dibuatnya membeberkan rekan-rekannya sesama Partai “D” juga ikut terlibat.

Kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan oleh KPK, hingga hari ini telah dipanggil oleh KPK untuk diminta keterangannya beberapa pihak yang disebutkan Nazaruddin yang juga terlibat / ikut menikmati uang hasil korupsi tersebut.

Atas kasus yang menimpa Nazaruddin tentu merupakan pukulan berat bagi Partai “D”, mereka yang dulunya menyuarakan dengan lantangnya untuk memberantas korupsi, setelah terpilih ternyata sama sekali tidak terbukti.  Akibatnya pemerintahan yang dipimpin Partai “D” ini di mata rakyat mungkin tidak legitimet lagi.

Akankah revolusi yang pernah terjadi pada masa pemerintahan dulu akan terjadi lagi pada pemerintahan sekarang ini? Entahlah, kita sebagai rakyat kecil hanya bisa berdo’a dan berharap yang terbaik…

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: