Beberapa Teori Komunikasi

1. Teori Jarum Suntik

Teori ini dikenal dengan sebutan teori peluru. Menurut teori ini khalayak sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menolak informasi setelah ditembakkan melalui media komunikasi. Khalayak terlena seperti kemasukan obat bius melalui jarum suntik sehingga tidak bisa memiliki alternatif untuk menentukan pilihan lain, kecuali apa yang disiarkan media.

2. Teori Kepala Batu

Teori ini menolak pandangan teori jarum suntik, alasannya jika suatu informasi ditembakkan dari media, mengapa khalayak tidak berusaha berlindung untuk menghindari tembakkan informasi itu? Khalayak tentunya memiliki hak untuk memilah informasi yang mereka perlukan dan informasi yang mereka tidak perlukan. Kemampuan menyeleksi informasi itu terdapat pada khalayak menurut perbedaan individu, persepsi dan latar belakang sosial budaya.

3. Teori Kegunaan dan Kepuasan

Teori ini banyak berkaitan dengan sikap dan perilaku para konsumen, bagaimana mereka menggunakan media untuk mencari informasi tentang apa yang mereka butuhkan. Dalam praktiknya teori ini biasanya banyak digunakan oleh para politisi. Politisi menjadikan media sebagai mata dan hati untuk mengetahui apa yang terjadi di masyarakat, sekaligus menjadikan media sebagai pengganti partai untuk menghubungkan dengan para pendukung atau konstituennya. Teori ini mulai diperkenalkan pada tahun 1974 oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz.

4. Teori Lingkar Kesunyian

Teori ini banyak berkaitan dengan kekuatan media yang bisa membuat opini publik, tetapi di balik itu ada opini yang bersifat laten berkembang di tingkat bawah yang tersembunyi karena tidak sejalan dengan opini publik mayoritas yang bersifat manifes (nyata di permukaan). Opini publik yang tersembunyi disebut opini yang berada dalam lingkar keheningan. Teori lingkar kesunyian diperkenalkan oleh Elizabeth Noelle Neumann.

5. Teori Penanaman

Teori ini menggambarkan kehebatan televisi dalam menanamkan sesuatu pada jiwa penonton, kemudian terimplementasi dalam sikap dan perilaku mereka. Misal kebiasaan televisi menyiarkan berita tentang kejahatan member pengaruh (tertanam) pada sikap dan perilaku penonton untuk tidak mau keluar pada malam hari tanpa ditemani orang lain.

Sumber : Cangara, Hafied, 2009, Komunikasi Politik : Konsep, Teori dan Strategi, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: