Politik Ekonomi Sosialisme Hatta

Bung Hatta bukan hanya seorang negarawan, melainkan juga seorang intelektual dan ekonom, yang tulisannya dikenal produktif dalam menghasilkan karya-karya pemikiran. Meski pendidikan formalnya adalah sebagai ekonom, tetapi tulisannya juga banyak membahas tentang politik dan sosial budaya, termasuk soal intelektual.Tidak mengherankan jika Hatta pada masa prakemerdekaan mengidam-idamkan Indonesia merdeka.

Tulisan-tulisannya tentang ekonomi lebih banyak menyoroti masalah politik pembangunan ekonomi. Hatta anti terhadap kapitalisme liberal dan menentang keras praktek kolonialisme dalam ekonomi. Cita-citanya adalah membumikan paham Sosialisme Religius, masyarakat berketuhanan, makmur dan adil.

Dalam pemikirannya, ia banyak mempertanyakan sekaligus mengkritik kelemahan-kelemahan teori yang menjadi dasar liberalism ekonomi dan prinsip-prinsip kapitalisme. Menurutnya ekonomi klasik telah membuat kesalahan dalam teori karena terlalu percaya pada natural price, di mana keseimbangan harga akan langsung menciptakan keseimbangan ekonomi, yang berujung pada kemakmuran masyarakat. Selanjutnya Hatta juga menyatakan bahwa kaum neoklasik yang melanjutkan pemikiran kaum klasik dan hanya memperhalus prinsip dasar dari pemikiran kaum klasik. Tetapi tetap tidak dapat melepaskan diri dari kesalahan yang dibuat kaum klasik.

Pemikiran Hatta bertolak belakang dengan kedua mazhab pemikiran tersebut. Pasar yang liberal dan sistem kapitalisme dianggap telah menciptakan kesengsaraan masyarakat luas karena peluang ekonomi dalam sistem ini hanya dinikmati golongan kecil elit. Sedangkan golongan masyarakat banyak diabaikan atau “ditindasinya”. Praktek kolonialisme yang ada di berbagai belahan bumi telah membawa kenistaan terhadap Negara-negara timur. Kenyataan inilah yang membuat Hatta menoleh pada sistem Sosialisme Religius, bukan sosialisme komunisme.

Bagi Hatta, Negara atau pemerintah harus berperan aktif dalam politik ekonomi serta dalam merancang kebijakan atau tatanan ekonomi yang berkeadilan. Politik ekonomi adalah tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan kemakmuran masyarakat. Titik berat politik ekonomi bukan pada aspek ekonomi, tetapi pada aspek proses politik. Dengan demikian, politik ekonomi adalah proses politik untuk kepentingan rakyat banyak.

Kalau kita lihat politik ekonomi yang ada di Indonesia saat ini sangat jauh bertolak belakang dengan falsafah pemikiran Hatta. Politik ekonomi di Indonesia saat ini tidak mengikuti proses politik yang terbuka dan demokratis, karena hanya ditentukan oleh segelintir teknokrat ekonom sehingga mengikuti paham kelompok kecil. Golongan kecil elite ini diberikan kekuasaan sangat besar oleh presiden untuk menentukan politik ekonomi, yang berbasis paham liberal.

Adapun yang penting untuk diketahui dalam pemikiran Bung Hatta ini,  yaitu masalah institusi koperasi. Pemikirannya dalam konteks kekinian tidak bisa diterjemahkan hanya dalam bentuk organisasi KUD, koperasi karyawan, dan organisasi koperasi lainnya yang justru lebih banyak bermasalah. Pemikiran Hatta perlu diterjemahkan dalam wujud spirit dan institusi yang kooperatif apa pun wujud organisasinya. Bahkan sangat kooperatif tersebut bisa diwujudkan dalam organisasi asuransi sosial, jaminan pekerja, kebijakan perlindungan pekerja, dan sebagainya. Elemen pemikiran Bung Hatta yang menonjol adalah tanggung jawab sosial untuk tujuan pemerataan, keadilan, dan kemakmuran bersama.

Tujuan koperasi bagi Bung Hatta bukan untuk mencari keuntungan semaksimal mungkin, tetapi mencapai keperluan hidup bersama yang sejahtera.

Inilah pemikiran dari Bung Hatta yang kaya dengan visi ekonomi politik. Ekonomi dan pasar tidak berdiri di ruang yang kosong, tetapi hadir bersama peran Negara, norma masyarakat dan moral.

 

Sumber : Didik J. Rachbini, Ekonomi Politik, 2004.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: