Biografi John Locke

Untuk memahami pemikiran Locke kita perlu memahami latar belakang kehidupan dan zamannya. Locke dilahirkan tahun 1632 di Wrington, Inggris. Ayahnya adalah seorang pengacara yang sederhana. Masa-masa kecil Locke adalah masa tragis dan ironis. Inggris pada abad 17 dilanda perang saudara dan perang agama. Tragedi itu membuat Locke terguncang jiwanya sebab bagaimanapun ia merasakan langsung akibat perang itu. Tapi, tragedy masa kecil itu memberikan banyak pelajaran berharga bagi Locke. Ia mulai memahami betapa pentingnya penghargaan terhadap kebebasan, demokrasi, pembatasan kekuasaan dan toleransi agama.

Ketika tinggal di Westminster Locke dididik oleh guru-guru yang berhaluan politik Royalis, musuh kaum Puritan. Raja Charles digulingkan oleh kaum Puritan. Ia kemudian diekskusi. Eksekusi itu membangkitkan simpati banyak kalangan muda termasuk Locke, terhadap kaum Royalis. Sosialisasi Locke dalam keluarga Calvinis (Puritan) dan pengaruh pendidikan Royalis membuat Locke beruntung mampu mengambil manfaat dari keduanya. Ketika berusia 20 tahun Locke memasuki Universitas Oxford dan mulai berkenalan dengan Edward Baghshawe yang aktif mempropagandakan toleransi agama, kebebasan politik, dan hak-hak alamiah, suatu gagasan yang kemudian dilekatkan pada Locke.

Locke menyerang gagasan –gagasan Liberalisme Baghshawe melalui tulisan-tulisannya tahun 1661. Locke yang ketika itu masih berfikir konservatif, menilai bahwa penguasa sipil memiliki hak untuk memaksakan konformitas demi terbentuknya suatu tatanan keagamaan dalam masyarakat. Keduanya berdebat dan berpolemik panjang. Baghshawe gagal mempertahankan pandangan Liberalismenya. Ia kemudian diusir dari tempat tinggal di Church Christ dan meninggal dunia tak lama setelah itu. Setelah koleganya itu meninggal dunia, terjadi transformasi intelektual pada diri Locke. Perlahan tapi pasti, ia mulai menyetujui gagasan-gagasan Baghshawe.

Tokoh lain yang mempengaruhi Locke adalah Anthony Ashley Cooper yang dijumpainya di musim panas 1666. Cooper, yang kemudian menjadi The First Earl Shaftesbury, adalah politisi liberal terkemuka dan pembela gigih toleransi agama dan kebebasan individual. Persahabatan Locke dengannya demikian akrab terbukti ia tinggal di rumah sahabatnya itu di London. Di masa inilah Shaftesbury memperkenalkan Locke dengan studi ekonomi dan melibatkannya mengelola pemerintahan serta menumbuhkan minat Locke pada kajian teori-teori politik. Wawasan intelektual Locke pun semakin luas.

Locke berhenti mengajar filsafat Aristoteles dan mulai mempelajari filsafat Descartes dan metode Cartesian yang amat berbeda dengan aliran pemikiran yang diketahui sebelumnya. Ia mendiskusikan berbagai persoalan filsafat dengan Shaftesbury dan koleganya yang lain. Dari diskusi-diskusi itu ia mulai terdorong untuk menuliskan gagasan-gagasannya. Karyanya, An Essay Concerning Human Understanding yang diselesaikannya 1687 dan dipublikasikan 1690 merupakan produk awal dari diskusi-diskusi dengan Shaftesbury dan kolega-koleganya. Sejak itu ia juga mulai terlibat kegiatan politik Inggris.

Shaftesbury dan Locke dituduh terlibat aksi pemberontakan menumbangkan kekuasaan raja Inggris dan penghujatan terhadap agama. Tuduhan itu membuat keduanya harus mengungsi ke Belanda, 1683. Keharusan untuk mengungsi tidak membuat Locke untuk berhenti berfikir, berdiskusi dengan sahabat-sahabatnya, dan menulis. Ia terus aktif menulis gagasan-gagasannya. Maka tidak mengejutkan bila di masa pengungsian itulah (1687-1689) lahir karya-karya besarnya seperti Two Treatises of Government, 1689, First Letter on Toleration, 1689, on Toleration 1690 dan 1692 dan Education 1693.

Tentang Locke

  • Locke adalah penentang gigih monarki absolut di negaranya. Yang dianggapnya bertentangan dengan prinsip civil society (masyarakat madani) yang diyakininya. Karya-karya tulisnya merefleksikan penentangannya terhadap kekuasaan absolut dan pembelaannya terhadap kebebasan dan civil society
  • Locke mengemukakan pentingnya pembatasan-pembatasan kekuasaan politik yang sepenuhnya bersifat sekuler. Kekuasaan merupakan produk perjanjian sosial antara warga Negara dengan penguasa Negara, bukanlah berasal dari Tuhan atau diwariskan turun temurun.
  • Menurut Locke manusia dilahirkan sederajat, tidak ada manusia ketika dilahirkan ke dunia, lebih dari manusia lainnya. Tuhan memberikan kepada manusia kesamaan kemampuan nalar, kesamaan keuntungan-keuntungan alamiah, kekuasaan dan juridikasi
  • Menurut Locke asal muasal pemerintahan adalah suatu keadaan alamiah. Keadaan alamiah merujuk pada keadaan dimana manusia hidup dalam kedamaian, kebajikan, saling melindungi, penuh kebebasan, tak ada rasa takut dan penuh kesetaraan.
  • Namun keadaan alamiah yang penuh damai itu berubah setelah manusia menemukan sistem moneter dan uang. Penemuan itu menyebabkan terjadinya proses akumulasi capital dan pembenaran atas hak-hak pemilikan. Hal inilah yang disebut Locke sumber malapetaka manusia.
  • Sebelum ditemukannya uang perbedaan kekayaan antar manusia tidak terlalu mencolok, sebab orang tidak akan mengumpulkan benda-benda kebutuhan hidupnya melebihi apa yang dibutuhkan dan dikonsumsinya.
  • Karena tidak semua manusia tekun, rajin, dan gigih bekerja mengolah alam anugerah Tuhan, maka terjadilah perbedaan tingkat akumulasi kapital diantara individu. Ada sebagian individu lebih kaya dari individu lainnya. Kesenjangan sosial ekonomi dengan sendirinya tercipta.
  • Ada dua prinsip penting dalam pemikiran Locke : Pertama, prinsip bahwa semua manusia memiliki kemampuan yang sama untuk mengetahui hukum moral dan prinsip akan kepercayaan dalam kompetisi kebajikan. Mengenai prinsip pertama Locke menyatakan bahwa suatu otonomi moral berdampak pada adanya keharusan semua manusia memiliki otoritas yang setara bagi semua manusia. Kedua, gagasannya amat radikal. Kompetisi dalam hal kebajikan amat ditentukan oleh sejauh mana manusia berbuat dan menerapkan bakat-bakatnya, bekerja keras mencari kebahagiaan dan kekayaan di dunia ini.

 

Sumber : Ahmad Suhelmi, Pemikiran Politik Barat, 1999

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: