Memahami Pemikiran John Locke dalam Models of Democracy

Locke menolak pandangan Hobbes tentang para individu hanya dapat menemukan kehidupan yang damai dan lega dengan sesamanya apabila mereka dipimpin oleh dictator dari kekuasaan tidak terbagi. Locke menyetujui revolusi dan pendudukan di Inggris pada tahun 1688 yang memaksa batas-batas konstitusional tertentu tertentu pada kekuasaan raja. Ia menolak pandangan mengenai kekuasaan tertinggi di puncak di segala bidang. Baginya, institusi ‘pemerintahan’ dapat dan seharusnya digambarkan sebagai alat untuk membela kehidupan, kemerdekaan dan kepemilikan penduduknya, yang berarti pemerintahan rasion d’etre merupakan perlindungan bagi hak-hak individu seperti yang telah digariskan oleh perintah Tuhan dan seperti telah dilindungi oleh hukum.

Locke berpendapat bahwa pembentukan dunia politik berasal dari keberadaan awal individu yang diberkahi dengan hak-hak asal. Locke peduli tentang bentuk seperti apa yang harus dibentuk pemerintahan yang sah dan tentang kondisi-kondisi bagi keamanan, kedamaian dan kebebasan. Tetapi Locke menggambarkan hal-hal tersebut dengan cara pada dasarnya berbeda. Pada edisi penting kedua dari bukunya Two Treatises of Government (yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1690), Locke memulai dengan proporsisi bahwa individu pada dasarnya berada pada kodrat duniawi : sebuah tingkat kebebasan yang sempurna untuk melakukan tindakan, dan mengatur kepemilikan dan orang yang mereka anggap sesuai, di dalam ikatan hukum alam, tanpa meminta mereka meninggalkan dan bergantung pada keinginan dari orang lain. Kodrat duniawi ini, bentuk dasar dari ikatan manusia, merupakan kebebasan tetapi bukan lisensi. Individu-individu diikat oleh kewajiban kepada Tuhan dan dipimpin oleh hukum alam. Hukum alam (arti yang lebih tepat yang sulit dijelaskan dalam Two Treatis menspesifikasi prinsip-prinsip dasar moralitas : individu tidak seharusnya merenggut hidup mereka sendiri, mereka seharusnya menjaga satu sama lain dan tidak seharusnya melanggar kemerdekaan satu sama lain. Hukum dapat direnggut dengan alasan yang manusiawi tetapi itu merupakan ciptaan Tuhan, sang Pembuat kebijaksanaan tak terbatas.

Di dalam kodrat duniawi, manusia bebas dan sederajat karena alasan membuat mereka mampu untuk merasionalkan, untuk mengikuti hukum alam. Terlebih lagi mereka menikmati hak-hak lahiriah. Hak untuk menyelesaikan masalah-masalah seseorang dan untuk menggunakan hukum alam melawan pendosa dianggap seperti kewajiban untuk menghormati hak-hak orang lain. Individu mempunyai hak untuk menentukan pekerjaan mereka sendiri dan untuk memiliki properti. Hak kepemilikan merupakan hak untuk ‘hidup, merdeka dan memiliki’.

Menurt Locke, kepatuhan terhadap hukum alam meyakinkan pada kodrat dunia bukan merupakan perang. Meskipun demikian, hak-hak lahiriah individu tidak selalu dijamin dalam kodrat duniawi, karena beberapa “ketidaknyamanan’ tertentu muncul : tidak semua individu sepenuhnya menghormati hak-hak orang lain ; ketika pelaksanaan hukum alam diserahkan kepada masing-masing individu, akan terlalu banyak penilaian dan konflik interpretasi mengenai maksud dari hukum tersebut ; dan ketika rakyat ditata dengan longgar, mereka rentan agresi dari luar. “Ketidaknyamanan’ utama yang diderita dapat disimpulkan aturan kepemilikan yang tidak mencukupi dalam arti luasnya : hak untuk hidup, merdeka, dan memiliki. Kepemilikan sangatlah penting baik bagi masyarakat maupun pemerintah; dan kesulitan dari aturan ini merupakanalasan penting yang memaksa terbentuknya manusia bebas yang sederajat sampai terbentuknya masyarakat dan pemerintahan. Oleh karena itu, perbaikan bagi ketidaknyamanan kodrat duniawi merupakan sebuah kesepakatan atau kontrak untuk pertama-tama menciptakan masyarakat mandiri dan yang kedua ‘ikatan sipil’ atau pemerintah. Perbedaan antara kedua kesepakatan ini sangatlah penting, karena perbedaan ini memperjelas bahwa kekuasaan diberikan oleh individu-individu kepada pemerintah di dalam masyarakat dengan tujuan untuk memenuhi  tujuan-tujuan rakyatnya; dan apabila tujuan-tujuan itu tidak berhasil dengan memuaskan, hakim akhirnya adalah rakyat-penduduk yang dapat mengeluarkan deputi-deputi mereka maupun bila perlu dengan bentuk Negara yang ada itu sendiri.

Menurut pendapat Locke, harus ditekankan, formasi aparat pemerintah tidak menandakan transfer seluruh hak-hak subjek menuju wilayah politik. Hak pembuatan hukum dan penyelenggaraan (hak legislatif dan eksekutif) ditransfer, tetapi keseluruhan proses tergantung pemerintah yang taat pada tujuan utamanya : perlindungan terhadap “kehidupan, kemerdekaan dan kepemilikan’. Kekuasaan pemimpin, yaitu kapasitas untuk menentukan fungsi kekuasaan politik yang benar, pada akhirnya tetap ada di tangan rakyat. Badan legislatif membuat peraturansebagai perantara rakyat dalam kaitannya dengan hukum alam dan badan eksekutif (di mana Locke juga mengaitkan dengan badan judikatif) melaksanakan sistem hukum. Pemisahan kekuasaan ini penting karena :

Untuk memperoleh kekuasaan mungkin merupakan godaan yang sangat besar bagi kelemahan manusia, bagi orang-orang yang sama yang memegang kekuasaan untuk membentuk hukum, begitu pula kekuasaan untuk melaksanakan hukum tersebut di tangan mereka, di mana mereka dapat melepaskan diri dari kewajiban mematuhi hukum yang mereka buat, dan menyesuaikan hukum tersebut, baik dalam pembuatannya maupun pelaksanaannya, untuk kepentingan pribadi mereka sendiri, dan oleh karena itu muncul dengan kepentingan yang jauh dari masyarakat lainnya, kontras dengan masyarakat dengan pemerintah.

Oleh karena itu, integritas dan tujuan-tujuan utama masyarakat membutuhkan pemerintahan konstitusional di mana ‘kekuasaan publik’ secara sah dibatasi dan dibagi. Locke percaya pada daya tarik monarki konstitusional, yang memegang kekuasaan eksekutif dan dewan parlementer yang memegang hak legislatif , meskipun Locke tidak berpikir bahwa ini adalah satu-satunya bentuk pemerintahan yang diambil dan pandangannya sesuai dengan sejumlah konsepsi institusi-institusi politik lainnya.

Peraturan pemerintah dan keabsahannya dijaga oleh kesepakatan individu- individu. Kesepakatan merupakan pandangan yang pentigndan rumit dalam tulisan Locke. “Kesepakatan” dapat diartikan untuk menyarankan bahwa hanya kesepakatan pribadi individu yang aktif yang dilakukan secara terus menerus cukup untuk memastikan kekuasaan dan legitimasi pemerintah.  Meskipun demikian, Locke tampaknya berpikir kesepakatan aktif individu hanya penting bagi pelantikan awal pemerintahan sipil yang sah. Setelah itu, kesepakatan harus mengikuti keputusan  mayoritas wakil-wakil rakyat, selama mereka, orang-orang yang dipercaya oleh rakyat, mempertahankan kontrak awal dan kesepakatannya untuk menjamin ‘kehidupan, kemerdekaan dan kepemilikan’. Apabila mereka dapat melakukannya, kewajiban berikutnya adalah mematuhi hukum. Tetapi apabila mereka yang memimpin tidak mematuhi bagian-bagian kontrak dengan serangkaian tindakan politik yang berbentuk tirani, Locke berpendapat pemberontakan untuk membentuk pemerintahan baru mungkin tidak hanya tidak terelakkan tetapi dipastikan akan terjadi.

Bagi Locke, aktivitas politik penting; yaitu, aktivitas ini menjamin kerangka kerja atau kondisi bagi kemerdekaan sehingga tujuan-tujuan pribadi individu dapat dipertemukan dalam masyarakat umum. Pembentukan masyarakat atau pemerintahan politis merupakan beban yang harus dipikul individu untuk menjamin tujuan-tujuan mereka. Oleh karena itu, keanggotaan masyarakat politis, yaitu kewarganegaraan, diberikan kepada individu baik tanggung jawab dan hak, kewajiban dan kekuasaan, batasan dan kemerdekaan. Dalam kaitannya dengan pandangan Hobbes, hal tersebut merupakan pandangan yang paling penting dan radikal. Karena pandangan tersebut membantu mengesahkan salah satu pandangan yang paling penting dan radikal. Karena pandangan tersebut membantu mengesahkan salah satu pandangan paling utama dalam liberalisme Eropa modern : yaitu bahwa pemerintah ada untuk menjamin hak dan kemerdekaan penduduk yang pada akhirnya merupakan hakim terbaik bagi kepentingan mereka sendiri, dan sesuai dengan hal tersebut pemerintah harus dibatasi wilayah dan kegiatannya untuk memastikan kebebasan maksimum setiap penduduk. Dalam banyak hal pandangan Locke lebih membantu meletakan dasar bagi perkembangan liberalisme dan mempersiapkan jalan bagi tradisi pemerintahan representative yang terkenal dibandingkan pandangan Hobbes. Dibandingkan dengan Hobbes, pengaruh Locke dalam dunia praktek politik telah diperhitungkan.

Tulisan-tulisan Locke tampak menunjuk pada sejumlah arah sekaligus. Tulisan-tulisan tersebut menyarankan pentingnya menjamin hak individu, pemerintahan popular, aturan mayoritas, pembagian kekuasaan di dalam Negara, monarki konstitusional, dan sistem perwakilan pemerintah parlementer ; antisipasi langsung dari aspek utama demokratik seperti yang berkembang pada abad ke Sembilan belas dan awal abad kedua puluh, dan pandangan utama Negara perwakilan modern. Tetapi yang terbaik sebagian besar pandangan ini hanya bentuk dasar, dan tentu saja Locke tidak melihat banyak dari komponen vital pemerintahan demokrasi perwakilan: misalnya, partai-partai kompetitif, aturan partai dan pemeliharaan kemerdekaan politis terlepas dari kelas, jenis kelamin, warna kulit dan agama. Dalam keterangan Locke bahwa terdapat pemilihan umum dewan legislatif bukan kondisi pemerintahan yang sah atau pemerintahan oleh karena kesepakatan yang mengesampingkan hak pilih universal. Terlebih lagi Locke tidak mengembangkan keterangan rinci mengenai batasan yang mungkin bagi intervensi politik dalam kehidupan rakyat dan di bawah kondisi bagaimana penyimpangan sipil diperbolehkan. Locke berpendapat bahwa kekuasaan politik dipegang atas dasar kepercayaan oleh dan bagi rakyat, tetapi tidak berhasil menjelaskan dengan lengkap siapa yang dimaksud sebagai ‘rakyat’ dan di bawah kondisi yang bagaimana kepercayaan dapat diberikan.

 

Sumber : David Held, Models of Democracy, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: