Memahami Ordo Liberalisme (Mazhab Freiburg)

Sebutan lainnya adalah “Neoliberal”. Perbedaan yang mendasar dari pemikiran ordo liberal sesuai mazhab Freiburg ini dibandingkan dengan pandangan liberal klasik dan neoklasik ialah bahwa pandangan Ordo Liberal sudah mengakomodasi kritik yang dilancarkan pakar-pakar sosialis.Marxis terhadap liberalisme Klasik. Jadi, kalau pemikiran aliran neoklasik masih dalam rangka ekonomi pasar, sistem yang diusung aliran ordo liberal ialah “ekonomi pasar sosialis”, yaitu sebuah sistem ekoomi bebas, namun dijaga dengan berbagai regulasi pemerintah agar terhindar dari konsentrasi kekuasaan ekonomi sekaligus untuk menjaga keadilan dan efisiensi. Sebagai sebuah sistem, ekonomi pasar sosialis sudah berusaha memerangi kekuasaan sektor publik maupun privat atas pasar sekaligus memerangi pasar bebas tanpa aturan maupun kecenderungan perencanaan yang bersifat otoriter. (Friedlich, 1955).

Para pakar yang menggagas ordo liberal tidak percaya bahwa pasar atau persaingan atau kompetisi sebagai sesuatu yang alami dan berjalan menurut hukum universal. Bagi mereka, pasar hanya merupakan salah satu dari berbagai model hubungan sosial yang merupakan hasil bentukan manusia. Karena pasar ini menimbulkan hasil ciptaan manusia, bukan sesuatu yang alami, maka lembaga yang bernama pasar ini bisa saja dihapuskan atau dibatalkan. Para ahli ordo liberal percaya bahwa kinerja pasar memerlukan tindakan politik. Dalam hal ini, pemerintah harus menjalankan fungsinya menciptakan iklim yang kondusif sehingga pasar bisa beroperasi secara adil dalam suasana kompetitif.

Berbeda dengan aliran Liberal Klasik, Ordo Liberal menolak konsepsi sejarah yang menganggap bahwa perubahan sosial berasal dari proses perubahan ekonomi kapitalis. Bagi mereka, sejarah kapitalisme adalah sejarah institusional ekonomi, di mana antara ekonomi dan infrastruktur sosial terdapat kaitan sebab akibat yang berlaku timbal balik, bukan berjalan searah. Jika demikian halnya, kinerja kapitalisme tidak berasal dari logika capital, sebab transaksi ekonomi hanya salah satu dari berbagai bentuk relasi sosial. Dalam hal ini, relasi sosial ada bukan untuk mengabdi pada kapitalisme, melainkan kapitalisme ada untuk membantu berlangsungnya relasi sosial. Dengan demikian kapitalisme sebagai hasil kreasi manusia bisa diubah dan diarahkan sesuai kebutuhan hubungan sosial. Sesuai logika tersebut, ordo liberal percaya bahwa gejala terkonsentrasinya kekuasaan bisnis ke perusahaan – perusahaan besar bisa dicegah dengan berbagai bentuk politik kebijakan sosial seperti sistem kesejahteraan.

Yang menarik untuk ditanyakan : apa tujuan politik di belakang kebijakan sosial tersebut? Selain untuk menghindari kesenjangan (ekonomi dan politik), kebijakan sosial juga ditujukan untuk menciptakan dan memperluas kewirausahaan dalam masyarakat. Ordo liberal percaya politik kebijakan sosial dalam bentuk sistem kesejateraan adalah syarat mutlak terciptanya ekonomi yang kompetitif dan berkeadilan.

Tidak seperti liberalisme abad ke 18 yang berusaha menciptakan ekonomi pasar bebas dalam konteks tata Negara yang ada, Ordo liberal berdasarkan ekonomi pasar sosialis berusaha menciptakan tata Negara yang menjamin kebebasan ekonomi. Dengan demikian, Negara sebagai prasarana agen publik bagi tata keadilan masyarakat. Adapun inti dari gagasan kelompok ordo liberal adalah bagaimana membuat perimbangan antara kebebasan dan keadilan sosial, serta harmonisasi antara individu dan masyarakat (Friedrich, 1955)

Sumber : Deliarnov, 2006, Ekonomi Politik, Jakarta : Erlangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: