Beberapa Aliran-Aliran Filsafat

1. MATERIALISME

Yaitu faham yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau nature (alam) dan dunia fisik adalah satu. Faham ini mendapat tanggapan yang serius pada zaman Aufklarung (pencerahan) di Eropa Barat. Pada abad 19 pertengahan faham ini popular di Eropa Barat, yang disebabkan orang-orang merasa mempunyai harapan-harapan yang besar atas hasil-hasil ilmu pengetahuan alam.

Teori materialisme jelas berpegang pada kenyataan-kenyataan yang jelas dan mudah dimengerti, tidak memerlukan dalil-dalil yang muluk-muluk dan abstrak. Faham ini tidak mengakui adanya Tuhan (ateis) sehingga mendapat tantangan yang keras dari kaum agama di mana-mana. Adapun kritikan kaum agama untuk materalisme :

a. Materialisme menyatakan bahwa alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari chaos (kacau balau). Padahal kata Hegel, kacau balau yang mengatur bukan lagi kacau balau namanya

b. Materialisme menerangkan bahwa segala peristiwa diatur oleh hukum alam. Padahal pada hakikatnya hukum ala mini adalah perbuatan rohani juga

c. Materialisme mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda itu sendiri. Padahal dalil itu menunjukan adanya sumber dari luar alam sendiri yaitu Tuhan

d. Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian rohani yang paling mendasar sekalipun

Tokoh faham materialisme : Aniximenes (585-528), Anaximandros (610-545), Thales (625-545), Demokritos (kl.460-545), Thomas Hobbes (1588-1679), Lamettrie (1709-1715), Feuerbach (1804-1877), Spencer (1820-1903), dan Karl Marx (1818-1883)

2. DUALISME

Yaitu faham yang memandang alam ini terdiri atas dua macam hakikat yaitu hakikat materi dan hakikat rohani. Kedua macam hakikat itu masing-masing bebas berdiri sendiri, sama asasi dan abadi. Perhubungan antara keduanya itu menciptakan kehidupan dalam alam. Contoh yang paling jelas tentang adanya kerja sama kedua hakikat ini adalah terdapat dalam diri manusia.

Tokohnya : Plato (427-347), Aristoteles (384-322), Descartes (1596-1650), Fechner (1802-1887), Arnold Gealinex, Leukippos, Anaxagoras, Hc.Daugall dan A.Schopenhaur (1788-1860).

3. EMPIRISME

Yaitu aliran yang menjadikan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Pengetahuan diperoleh melalui pengalaman dengan cara observasi/penginderaan. Pengalaman merupakan faktor fundamental dalam pengetahuan, ia merupakan sumber dari pengetahuan manusia.

Aliran ini sangat bertentangan dengan rasionalisme, rasionalisme mengatakan bahwa pengenalan yang sejati berasal dari rasio, karena itu pengenalan indrawi merupakan suatu bentuk pengenalan yang kabur. Sebaliknya empirisme berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan indriawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna.

Pengalaman tidak lain akibat suatu objek yang merangsang alat-alat indriawi, yang kemudian dipahami di dalam otak, dan akibat dari rangsangan itu terbentuklah tanggapan-tanggapan mengenai objek yang telah merangsang alat-alat indriawi tersebut.

Faham empirisme memiliki kelemahan :

1. Indera sifatnya terbatas

2. Indera sering menipu

3. Objek juga menipu, seperti ilusi/fatamorgana

Tokoh-tokohnya : Francis Bacon (1210-1292 M), Thomas Hobbes (1588-1679M), John Locke (1632-1753M), Herbert Spencer (1820-1903M), dan Roger Bacon (1214-1294M)

4. RASIONALISME

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa kelemahan empirisme ini karena keterbatasan indera manusia sehingga muncullah aliran rasionalisme. Rasionalisme yaitu faham yang berdasarkan rasio, ide-ide yang masuk akal. Untuk memperoleh pengetahuan dan kebenaran, rasionalisme selalu berpendapat bahwa akal merupakan faktor fundamental dalam suatu pengetahuan. Menurut rasionalisme, pengalaman tidak mungkin dapat menguji kebenaran hukum “sebab-akibat”, karena peristiwa yang tak terhingga dalam kejadian ala mini tidak mungkin dapat diobservasi. Bagi aliran ini kekeliruan pada aliran empirisme disebabkan kelemahan alat indera tadi, dan dapat dikoreksi seandainya akal digunakan.

Tokohnya : Rene Descartes, Nicholas Malerbranche, B.De Spinoza, Leibniz, Christian Wolff, dan Blaise Pascal

5. KRITISISME

Kehadiran aliran rasionalisme dan empirisme sangat bertolak belakang dari tujuan semula. Immanuel Kant sangat menolak kedua pandangan itu. Kant berusaha menawarkan persepektif baru dan berusaha mengadakan penyelesaian terhadap pertikaian itu dengan filsafatnya yang dinamakan kritisisme. Bagi Kant, dalam pengenalan indriawi sudah ada dua bentuk apriori, yaitu ruang dan waktu. Kedua-duanya berakar pada struktur dan objek sendiri. Memang ada suatu realitas terlepas dari subjek yang mengindra, tapi realitas tidak pernah dikenalinya. Kita hanya mengenal gejala-gejala yang merupakan sintesis antara yang di luar (aposteriori) dan ruang waktu ( a priori)

6. IDEALISME

Yaitu suatu aliran yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat dipahami kaitannya dengan jiwa dan ruh. Istilah idealisme diambil dari kata idea, yakni sesuatu yang hadir dalam jiwa. Idealisme mempunyai argumen epistomologi tersendiri. Oleh karena itu tokoh-tokoh teisme yang mengajarkan bahwa materi bergantung kepada spirit tidak disebut idealis karena mereka tidak menggunakan argumen epistemology yang digunakan oleh idealisme. Idealisme menganggap bahwa realitas terdiri atas ruh-ruh (sukma) atau jiwa, ide-ide dan pikiran.

Tokohnya : Plato, Spinoza, Liebniz, Berkeley, Immanuel Kant, J. Fichte, Schelling, Hegel

7. RENAISSANCE

Yaitu kebangkitan kembali, oleh sejarawan istilah tersebut digunakan untuk menunjukan berbagai periode kebangkitan intelektual. Berbeda dengan abad sebelumnya, yakni abad pertengahan yang lebih menitikberatkan pada aspek ajaran agama Kristen di mana gereja menjadi symbol kejayaan dan kekuasaan dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam pemikiran. Segala sesuatunya dikembalikan kepada Tuhan. Sehingga akhirnya gereja sangat mendominasi dan siapa pun tidak bisa mengganggu gugat kekuasaan dan otoritasnya.

Renaissance berbeda dengan abad pertengahan yang memiliki semangat kebebasan. Renaissance menandakan kebangkitan kembali ke pemikiran yang rasional, yang pada zaman terdaulunya yaitu pertengahan selalu dikembalikan kepada Tuhan.

 

 

Sumber : Pengantar Filsafat, Ali Maksum.

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    MAKASIH KK ..
    SANGAT MEMBANTU …


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: