BAHAN PERBANDINGAN POLITIK 3

TEORI ELIT

Bagaimanakah kekuasaan didistribusikan?

POSISI TEORI ELIT
Kekuasaan didistribusikan secara tidak merata, sehingga ada seseorang/sekelompok orang yang memiliki kekuasaan yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang lain. Mereka yang memiliki kekuasaan yang lebih besar ini disebut dengan elit.

Apakah elit itu tunggal atau beragam?
Dalam masyarakat yang kecil dan homogen ada kecenderungan memiliki elit tunggal yang mempunyai pengaruh dan kekuasaan di seluruh cabang kehidupan; ekonomi, politik dan kultural.

Sedangkan dalam masyarakat yang kompleks dan heterogen, ada kecenderungan memiliki elit yang beragam pula (Suzanne Keller menyebutnya Elit Strategis). Di setiap bidang kehidupan penting (ekonomi, politik dan sosial) akan muncul orang/sekelompok orang yang memiliki kekuasaan lebih besar drpd yang lain. Elit dirumuskan sebagai posisi puncak dalam struktur-struktur sosial terpenting di masyarakat.

PLURALIS (ONE DIMENSION OF POWER)

Salah satu pendukungnya adalah Robert Dahl (The Concept of Power).
Kekuasaan didefinisikan sebagai : A has power over B to the extent that he/she can get B to do something that B would not otherwise to do.”
Dalam perumusan kebijakan, setiap partisipan yang usulannya paling banyak diadopsi menjadi keputusan dibandingkan partisipan yang lain, maka ia juga dikatakan sebagai orang yang berpengaruh atau berkuasa.
ANALISA PLURALIS
Dalam melakukan analisa, kaum pluralis menggunakan behavioralisme yang mempunyai sifat empiris dan observable, sehingga lebih menekankan pada analisa aktor.
TEORI ELIT
Pareto membagi elit yang berkuasa menjadi dua : elit yang sedang memerintah (governing elite) dan elit yang tidak sedang memerintah (non-governing elite).
Mosca (The Rulling Class) menyebutkan : “ Disemua masyarakat …muncul dua kelas, yaitu kelas yang berkuasa dan kelas yang dikuasai. Yang pertama selalu lebih sedikit jumlahnya, menjalankan semua fungsi politik, memonopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan dari kekuasaan tsb. Yang kedua jumlahnya lebih banyak, diarahkan untuk dikendalikan yang pertama, melalui cara yang sedikit banyak bersifat sah, kadang-kadang sewenang-wenang dan keras.
DISTRIBUSI KEKUASAAN
Kekuasaan politik didistribusikan tidak merata.
Masyarakat terbagi menjadi dua kelompok; kelompok yang memiliki kekuasaan politik (elit) dan kelompok yang tidak memiliki kekuasaan (massa).
Secara internal, elit bersifat homogen, bersatu dan memiliki kesadaran kelompok (memiliki latar belakang yg mirip, memiliki nilai-nilai kesetiaan dan kepentingan bersama).
Elit mengatur sendiri kelangsungan hidupnya dan keanggotaannya berasal dari suatu lapisan masyarakat yang sangat terbatas (eksklusif)
Elit pada dasarnya otonom, kebal akan gugatan dari siapapun di luar kelompoknya.
%d blogger menyukai ini: