BAHAN PERBANDINGAN POLITIK 1

TEORI KETERGANTUNGAN (KELOMPOK TEORI STRUKTURAL )

 

LBM

—Kemiskinan  yang terjadi di negara-negara Dunia Ketiga yang mengkhususkan dirinya pada produksi pertanian adalah akibat dari struktur perekonomian dunia yang bersifat eksploitatif, dimana yang kuat melakukan eksploitasi terhadap yang lemah.

BANTAHAN terhadap TESIS MARX

—Negara negara pinggiran yang pra-kapitalis memiliki dinamika sendiri, yang bila tidak disentuh oleh negara-negara kapitalis maju, akan berkembang secara mandiri.

—Justru karena sentuhan kapitalisme negara-negara maju menyebabkan perkembangan negara-negara pinggiran menjadi terhambat. Memang muncul kapitalisme, tetapi kapitalisme yang berkembang adalah kapitalisme yang tergantung pada perkembangan kapitalisme di pusat.

KETERGANTUNGAN

—Menurut Dos Santos, ketergantungan adalah keadaan dimana kehidupan ekonomi negara-negara tertentu di pengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara-negara lain, dimana negara-negara tertentu itu hanya berperan sebagai penerima akibat saja. Hubungan saling tergantung antara dua sistem ekonomi atau lebih, dan hubungan antara sistem-sistem ekonomi ini dengan perdagangan dunia, menjadi hubungan ketergantungan bila ekonomi beberapa negara (yang dominan) bisa berekspansi dan bisa berdiri sendiri, sedangkan ekonomi negara-negara lainnya (yang tergantung) mengalami perubahan hanya sebagai akibat dari ekspansi tersebut, baik positif maupun negatif.

PAUL BARAN

—Kapitalisme yang terjadi di negara-negara maju “tidak” akan menyebabkan negara-negara pra-kapitalis mengikuti perkembangan kemajuan negara-negara kapitalis tersebut. Hal ini disebabkan karena perkembangan kapitalisme negara-negara pinggiran berbeda dengan perkembangan kapitalisme di negara-negara pusat.

Ada tiga prasyarat yang menyebabkan kapitalisme di negara-negara maju itu berkembang :

  1. Meningkatnya produksi diikuti dengan tercabutnya masyarakat petani dari pedesaan.
  2. Meningkatnya produksi komoditi dan terjadinya pembagian kerja mengakibatkan sebagian orang menjadi buruh yang menjual tenaga kerjanya sehingga sulit menjadi kaya, dan sebagian lagi menjadi majikan yang bisa mengumpulkan harta.
  3. Mengumpulnya harta di tangan para pedagang dan tuan tanah.

—Kapitalisme dimungkinkan terjadi karena surplus (faktor ketiga) tersebut kemudian diinvestasikan ke bidang industri.

—Sedangkan di negara dunia ketiga malah terjadi penyusutan modal. Hal ini terjadi karena surplus yang dimiliki oleh para pedagang dan tuan tanah tidak mendorong ke arah industrialisasi domestik. Para pedagang dan tuan tanah domestik merasa diuntungkan oleh hasil perdagangannya dengan para “pedagang asing” (akibat kolonialisme dan imperialisme). Hubungan dagang ini didukung pula oleh pemerintah (pejabat tinggi pemerintah) karena faktor kedekatannya dengan para tuan tanah. Akibatnya, produksi industri domestik tidak mampu bersaing dengan barang-barang industri asing di pasaran domestik karena harganya lebih murah dan memiliki kualitas yang lebih baik.

THEOTONIO DOS SANTOS

—Ada tiga bentuk ketergantungan :

1. Ketergantungan Kolonial

terjadi dominasi politik dalam bentuk penguasaan kolonial dari negara pusat thd negara pinggiran. Kegiatan ekonomi yang utama adalah perdagangan ekspor dari hasil bumi yang dibutuhkan negara penjajah.

2. Ketergantungan finansial-industrial

negara pinggiran dikuasai oleh kekuatan finansial dan industrial negara pusat. Negara pinggiran masih mengekspor bahan mentah bagi kebutuhan industri negara pusat. Negara pusat menanamkan modalnya, baik secara langsung atau melalui kerjasama dengan pengusaha lokal.

3. Ketergantungan teknologis-industrial

Perusahaan multinasional dari negara pusat mulai menanamkan modalnya dalam kegiatan industri yang produknya ditujukan ke pasar dalam negeri negara pinggiran, namun teknologinya masih berada di tangan perusahaan multinasional. Mesin industri sebagai modal usaha tidak menjadi barang komoditi, tetapi hanya disewakan dan dilindungi oleh hak paten.

—  Hambatan industrialisasi negara-negara pinggiran:

  1. Harga riil komoditi primer di pasar dunia cenderung terus menurun, bahkan komoditi ini tidak mendapat kepastian pasar akibat proteksi dari negara-negara maju. Akibatnya, valuta asing yang dibutuhkan untuk mengimpor teknologi sulit untuk dimiliki.
  2. Neraca perdagangan internasional negara pinggiran terus mengalami defisit, akibat (a) nilai tukar yang terus menurun dari komoditi primer terhadap barang-barang industri, sebagai akibat harga barang industri yang terus meningkat; (b) modal yang masuk ke negara berkembang lebih sedikit dari modal yang meninggalkan negara itu, karena keuntungan dari sektor ekonomi yang dinamis dikuasai oleh modal asing; (c) pinjaman luar negeri menjadi penting untuk menutup defisit yang terjadi dan membiayai proses industrialisasi beserta sarana-sarananya.

Namun, pinjaman ini ternyata dipakai untuk membuat negara pinggiran menjalankan kebijakan ekonomi yang terbuka, membeli barang-barang dari negara pemberi pinjaman (subsidi ekspor negara pemberi pinjaman), penjualan teknologi yang tidak cocok untuk pembangunan negara peminjam dll.

—  Hambatan industrialisasi negara-negara pinggiran:

3. Adanya monopoli teknologi dari negara-negara pusat. Akibatnya negara pinggiran harus membayar sewa bila ingin meminjam teknologi tersebut. Sistem paten melindungi penyebaran teknologi untuk jangka waktu yang cukup panjang. Akibatnya, surplus yang  tercipta di negara-negara pinggiran kembali tersedot ke negara-negara maju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: