ANALISA TERHADAP KEBIJAKAN PUBLIK


PENDAHULUAN

Indonesia merupakan Negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Salah satunya dalam sektor pertambangan, Indonesia termasuk pengekspor batu bara yang terbesar di dunia. Adalah Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu daerah yang menjadi areal pertambangan. Di Tanah Bumbu ini pertambangan batu bara merupakan salah satu sektor yang sangat berperan bagi perekonomian kabupaten ini. Adapun lokasi penambangan tersebar sebagian besar di Kecamatan Satui dan Simpang Empat. Dan sebagian kecilnya lagi di Kecamatan Mentewe, Sungai Loban, Angsana, Kusan Hulu dan Karang Bintang. Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tanah Bumbu mencatat ada 46 Perusahaan / KUD yang mendapatkan izin penambangan batubara.

Pada September 2010 ini pendapatan royalti Kabupaten Tanah Bumbu dari sektor batubara telah mencapai Rp. 174 Milyar. Pencapaian hasil royalti itu berdasarkan hasil batubara yang dikeruk dan dikeluarkan dari Kabupaten sebanyak 1 juta metrik ton. Pendapatan tersebut bersumber dari royalti bagi hasil antara Pemerintah Pusat kepada Pemda mencapai Rp. 82 Milyar, ditambah dengan Sumbangan Pihak Ketiga (SP3) pemegang Ijin Kuasa Pertambangan (KP) yang kini berubah dalam bentuk SIP E dan SIUP OP, sebesar Rp. 92 Milyar. Catatan pendapatan tersebut belum termasuk periode Oktober, November dan bulan Desember 2010 mendatang yang diperkirakan bakal mampu digenjot sekitar Rp. 25 Milyar hingga Rp. 28 Milyar.

Target pencapaian royalti dari Pemerintah Pusat telah memasuki angka 79 persen dari 110 milyar, begitu juga SP3 dari pemilik KP di daerah dari target Rp. 150 Milyar kini sudah mampu digenjot hingga Rp. 92 Milyar. Yang diharapkan bisa terealisasi sesuai target yang telah dicanangkan, seperti pencapaian target pendapatan dari bagi hasil dengan Pemprov sudah melebihi target, dari Rp. 32 Milyar kini sudah mampu mencapai Rp. 34 Milyar.

Dari paparan di atas menunjukan bahwa pertambangan batu bara ini memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan daerah di Tanah Bumbu ini. Namun di sisi lain, sudah banyak keluhan dari warga sekitar atas keberadaan dari pertambangan batu bara ini. Sejak dibukanya areal tambang, masyarakat lokal berharap bisa mendapatkan pekerjaan terutama para pemuda dan kaum laki-lakinya. Namun mereka merasakan perusahaan bersikap tidak adil karena mayoritas karyawan perusahaan berasal dari luar  daerah.   Kalau pun ada penerimaan tenaga kerja lokal, itu pun mesti didahului dengan aksi tuntutan dari masyarakat dan hanya menempati posisi sebagai satpam / wakar, cheker,  tenaga survey dan sedikit sekali sebagai operator apalagi staf kantor dan manajemen.  Padahal dalam ketentuan AMDAL dikatakan perusahaan sebagian besar akan merekrut tenaga kerja lokal.Selain itu batu bara juga telah mengakibatkan kerusakan lingkungan, pencemaran lingkungan, banjir, dan sebagainya.

Di satu sisi pertambangan batu bara merupakan salah satu sektor yang sangat berperan bagi perekonomian di Tanah Bumbu. Namun di sisi lain pertambangan batubara juga memiliki dampak negatif yaitu seperti membuat rusaknya lingkungan. Untuk itu diperlukan suatu kebijakan dari pemerintah yang sebijak-bijaknya agar bisa mengoptimalkan dalam pengelolaan batu bara ini sehingga permasalahan-permasalahan yang berupa kerusakan lingkungan dapat teratasi.

 

DESKRIPSI MASALAH

Eksploitasi yang dilakukan sebagian besar tidak memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat, hal ini dapat terlihat dimana kehidupan masyarakat lokal sekitar tambang tidak mengalami kemajuan yang berarti dan bahkan sebagian besar masih terpinggirkan dalam segala hal baik di bidang ekonomi, sosial dan budaya termasuk pendidikan. Berikut beberapa permasalahan dari tambang batubara :

  1. 1. Hasil Produksi Tambang Batu bara Lebih Diutamakan Untuk Ekspor

Tanah Bumbu memiliki produksi batubara yang sangat banyak, namun di Tanah Bumbu ini masih sering terjadi mati lampu akibat kekurangan energi. Karena hasil produksi batu bara tadi diutamakan untuk kepentingan ekspor. Apakah kita bangga sebagai pengekspor batubara terbesar dunia? Namun di daerah sendiri masih sering mati lampu karena kekurangan energi, artinya pemerintah lebih menomor satukan ekspor / kepentingan globalisasi dibandingkan untuk kepentingan umatnya.

  1. Tumpang Tindih Kebijakan dan Illegal Mining (PETI Batubara)

Dalam lima tahun terakhir akibat terbukanya pasar batubara yang lebih luas baik pasar domestik maupun pasar luar negeri, aktivitas ekploitasi batubara di Kalsel samakin terus meningkat. Bukan saja ekploitasi yang dilakukan oleh para penambang resmi yang memiliki izin PKP2B maupun izin KP tetapi juga banyak dilakukan oleh para penambang tidak resmi alias penambang liar atau yang biasa disebut sebagai PETI batubara. Lebih parahnya lagi pertambangan illegal (Peti) di Kalimantan Selatan ditangani berdasarkan “kepentingan aparat” dan bahkan cenderung dilegalkan seperti kasus tambang illegal di Tanah Bumbu yang dilegalkan melalui berbagai yayasan dan koperasinya institusi TNI-POLRI.

Munculnya PETI Batubara juga tidak terlepas dari warisan kebijakan pertambangan dari jaman orde baru dimana konsesi-konsesi pertambangan di hampir seluruh wilayah Indonesia telah dikantongi ijinnya oleh corporate-corporate besar (multinasional corporasi) yang mempunyai ijin langsung dengan Pemerintah Pusat dengan konsesi lahan yang sangat luas.

Di lain pihak, adanya perpindahan kebijakan dari pusat ke daerah yang diemplementasikan melalui UU Otonomi Daerah telah memberikan akses kepada pengusaha-pengusaha lokal untuk ikut berperan dalam pemanfaatan sumber daya alam Batubara ini.

Akan tetapi pemberian konsesi kepada pengusaha lokal ini tentunya tidak semudah “membalik telapak tangan”, selain aturan mainnya yang belum jelas, areal yang mempunyai potensi tambang itu sendiri hampir semuanya telah dikuasai oleh perusahaan besar melalui mekanisme pusat. Kondisi inilah yang salah satu menjadi faktor pendorong timbulnya penambangan-penambangan liar yang sebagian besar dilegalkan oleh Pemerintah Daerah.

  1. Penghancuran, Pengrusakan dan Pencemaran Lingkungan Hidup

Seperti halnya aktivitas pertambangan lainnya di Indonesia, pertambangan batubara di Tanah Bumbu ini juga telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan hidup yang cukup parah. Payahnya lagi pemerintah dan perusahaan tambang tidak cukup serius untuk melakukan upaya-upaya penanggulanganya. Kondisi ini juga tidak dibarengi dengan adanya penegakan hukum yang tegas dan adil, bahkan cenderung kebanyakan kasusnya ditutup-tutupi.

Lubang-lubang besar yang tidak mungkin ditutup kembali -apalagi dilakukan reklamasi- telah mengakibatkan terjadinya kubangan air dengan kandungan asam yang sangat tinggi. Pernah ada penelitian menyebutkan bahwa air yang berada pada lubang bekas galian batubara tersebut mengandung beberapa unsur kimia, yaitu : Fe, Mn, SO4, Hg dan Pb. Seperti kita ketahui Fe dan Mn bersifat racun bagi tanaman dan mengakibatkan tanaman tidak dapat berkembang dengan baik. SO4 merupakan zat asam yang berpengaruh terhadap pH tanah dan tingkat kesuburan tanah. Sedangkan Hg dan Pb adalah logam berat yang bisa menimbulkan penyakit kulit pada manusia. Selain air kubangan, limbah yang dihasilkan dari proses pencucian juga mencemari tanah dan mematikan berbagai jenis tumbuhan yang hidup diatasnya.

  1. Penghancuran Sumber-Sumber Kehidupan Rakyat

Mencari kayu, rotan, damar, berladang, dan bertani merupakan mata pencaharian utama masyarakat sekitar tambang. Tetapi karena jumlah kayu mulai menurun, damar sudah tidak ditemukan lagi, lahan-lahan pertanian sudah dibebaskan oleh perusahaan, praktis masyarakat kehilangan mata pencahariannya sebagaimana yang terjadi pada masyarakat Simpang Empat Sumpol Sungai Danau kabupaten Tanah Bumbu.

Hal ini sebagai akibat dari adanya perluasan tambang dengan cara membuka areal hutan, lahan dan kebun masyarakat sehingga mempersempit lahan usaha masyarakat tanpa melakukan perundingan yang setara terlebih dahulu. Masyarakat yang dulunya berkebun dan bertani sekarang sudah tidak bisa melakukan aktivitasnya lagi karena lahannya ditambang begitu pula masyarakat yang menggantungkan kehidupan mereka kepada hutan

  1. Banjir

Akibat aktivitas pertambangan batubara yang tidak memenuhi kaedah lingkungan menjadikan banyak kawasan daerah tangkapan air menjadi rusak dan menyebabkan kondisinya mejadi rawan bencana termasuk banjir. Tercatat mulai awal tahun 2004, kerugian materiil di Kab. Tanah Bumbu meliputi 1.360 Ha sawah dan 75 buah rumah penduduk mengalami kerusakan berat

Kompleksnya permasalahan penambangan batu bara di Tanah Bumbu membutuhkan penanganan serius sehingga tidak terjadi lagi enviromental cost yang tinggi bahkan mengancam kelangsungan keseimbangan lingkungan dan alam. Di satu sisi, penambangan batu bara dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat, namun di sisi lain, juga dituntut kearifan dan kebijakan dalam mengelolanya.

PILIHAN-PILIHAN KEBIJAKAN

– Hasil produksi batubara yang utama digunakan untuk kepentingan daerah sendiri dulu

– Larangan terhadap keterlibatan aparat pemerintah, TNI-POLRI dalam bisnis Batubara

– Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan

– Pembinaan dan Pengusahaan Kegiatan Pertambangan

– Penertiban PETI

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Meskipun keberadaan pertambangan batu bara di Tanah Bumbu ini masih mengundang kontroversi, tetapi ternyata sektor ini  memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap ekonomi di Tanah Bumbu. Oleh karena itu diperlukan pemimpin yang arif, bijaksana, dalam mengambil keputusan / mengelolanya. Bukan pemimpin yang memikirkan selama dia memimpin saja (5 tahun), tapi pemimpin yang berpandangan jauh ke depan (untuk generasi yang berikutnya).

2 Tanggapan so far »

  1. 2

    deddysumardi said,

    Opo maksud’e Anang Alias Sugi???


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: